Ahad 26 Sep 2021 13:17 WIB

Taman Bertema Insinyur akan Dibangun di Batam

Penggunaan teknologi canggih diperlukan karena Batam adalah pintu masuk turis asing.

Taman dengan tema insinyur akan dibangun di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) (ilustrasi).
Foto: Pii.or.id
Taman dengan tema insinyur akan dibangun di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Taman dengan tema insinyur akan dibangun di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Taman yang akan dibangun oleh Persatuan Insinyur Indonesia tersebut hendak mempercantik kota tujuan wisata itu.

"Perencanaan dulu, desainnya seperti apa akan dilombakan dan pilihan terbaik bakal dibangun di Kota Batam," Ketua Umum PII Pusat, Heru Dewanto, dalam keterangannya di Batam, Sabtu (25/9).

Pemkot Batam dan pengurus PI pusat menandatangani nota kesepahaman terkait rencana pembangunan taman bertemakan insinyur di Batam, 24 September 2021. Kedua pihak, PII, dan Pemkot Batam berkomitmen dalam pendirian taman itu, dan saling berkoordinasi dan bersinergi dalam pembangunan berkelanjutan. Heru menyatakan, penggunaan teknologi canggih perlu digunakan dalam pembangunan di kota yang berseberangan dengan Singapura, karena Batam adalah gerbang masuk pelancong mancanegara ke Indonesia.

Sebelum pandemi Covid-19, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi penyumbang masuknya wisman kedua terbesar di Indonesia. Dan Batam menjadi pintu masuk utama di Kepri.

"Di sinilah kita perlu menunjukkan sejauh mana pengembangan teknologi," kata dia.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyatakan pihaknya membuka kesempatan bagi para insinyur untuk berkontribusi membangun Kota Batam. "Kami sedang banyak membangun infrastruktur di Kota Batam dengan anggaran yang cukup besar," kata Wali Kota usai menjamu peserta Rapat Pimpinan Nasional Persatuan Insinyur Indonesia (Rapimnas PII) tahun 2021.

Dia mengatakan setidaknya terdapat anggaran hampir Rp 1,5 triliun yang disiapkan untuk pembangunan infrastruktur pada 2021. Anggaran tersebut berasal dari dua instansi di Batam yakni Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam. 

"Semoga para insinyur bisa memanfaatkan anggaran ini dan ikut membantu pembangunan Batam," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement