Kamis 16 Sep 2021 12:06 WIB

Rumah Duka Pilot Rimbun Air Mulai Didatangi Pelayat

Pihak keluarga sudah ikhlas karena memahami risiko untuk menjadi seorang pilot.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Bilal Ramadhan
Situasi rumah duka pilot pesawat Rimbun Air PK OTW, H. Mirza, Kamis (16/9).
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Situasi rumah duka pilot pesawat Rimbun Air PK OTW, H. Mirza, Kamis (16/9).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Jenazah pilot pesawat Rimbun Air PK OTW, H. Mirza diperkirakan akan tiba di rumahnya di Kota Bogor pada Kamis (16/9) malam ini. Sementara, suasana rumah duka di Jalan Komplek AURI, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor mulai ramai didatangi para pelayat.

Pantauan Republika di lokasi, jalan menuju rumah sang pilot sudah dipasang bendera kuning. Kerabat dan tetangga sekitar pun mulai berdatangan untuk menyampaikan ucapan bela sungkawa.

Tak hanya itu, tenda berukuran cukup besar dan beberapa karangan bunga berisi ucapan duka juga berjajar di halaman depan rumah. Mulai dari PT Rimbun Abadi Aviasi, NFI Batch 7, Pilot Rimbun Air, dan lain-lain.

Anak kedua Mirza, Yudistira mengatakan, pihak keluarga mendapat informasi jika jenazah sang ayah akan tiba di Bogor malam nanti. “Paling cepat tiba mungkin malam pukul 23.00 WIB karena terakhir saya dapat info itu masih terkendala cuaca Sugapanya. Evakuasi dari Sugapa ke Timika,” kata Yudistira kepada wartawan, Kamis (16/9).

Dia mengatakan, keluarga melakukan kontak terakhir dengan Mirza satu jam sebelum keberangkatan. Saat itu, sang ayah melakukan video call dengan istrinya. Sebab hal itu memang menjadi rutinitas dari ayahnya.

Baca juga : Kotak Hitam Rimbun Air Segera Dikirim ke Jakarta

“Terakhir banget (kontak) ya ibu saya ini sebelum prepare itu dia lagi pakai baju itu video call. Itu rutinitas dia masih video call setiap hari itu satu jam sblm berangkat dengan ibu saya,” ujarnya.

Terakhir kejadian ini, Yudistria mengaku pihak keluarga sudah ikhlas dengan kepergian sang ayah. Sebab pihak keluarga memahami risiko untuk menjadi seorang pilot. “Kita (keluarga) sudah terima, sudah ikhlas. Saya juga pilot saya tahu (risikonya),” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Pesawat Rimbun Air dilaporkan terbang dari Nabire pukul 06.40 WITA, Rabu (15/9). Airnav Sugapa sempat melakukan komunikasi terakhir dengan pilot pada pukul 07.30 WITA sebelum dinyatakan hilang kontak. Pesawat ini tidak mengangkut penumpang dan hanya membawa bahan bangunan serta sembako.

Tim SAR sudah menemukan tiga awak pesawat yakni Mirza selaku pilot, kopilot Fajar, dan teknisi bernama Iswahyudi. Ketiganya meninggal dunia dalam musibah tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement