Rabu 15 Sep 2021 22:32 WIB

DKI Targetkan 3 Juta Wisatawan Lewat Urban Tourism

Urban tourism akan dibuat di lima kota administratif Jakarta.

Kawasan wisata Kota Tua, Jakarta, akan dijadikan bagian dari urban tourism di Ibu Kota.
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Kawasan wisata Kota Tua, Jakarta, akan dijadikan bagian dari urban tourism di Ibu Kota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan 10 persen dari 30 juta lebih atau 3 juta wisatawan domestik datang ke Ibu Kota per tahun. Target tersebut direncanakan tercapai melalui program wisata perkotaan (Urban Tourism) yang tengah dikembangkan di beberapa wilayah.

Akan tetapi, Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Dinas Pariwisata DKI Jakarta Hari Wibowo menyebutkan bahwa target tersebut ketika terjadi penurunan kasus Covid-19 di Jakarta. "Kalau melandai (Covid-19) terus, kami harap makin banyak wisatawan domestik ke Jakarta, sekitar 10 persen lah dari 30 juta lebih wisatawan akan datang ke ibu kota dengan berbagai program yang dicanangkan termasuk Urban Tourism," tutur Hari di Jakarta, Rabu (15/9).

Baca Juga

Urban Tourism ini, dijelaskan Hari, akan dibuat di lima kota administratif Jakarta, yakni Kota Tua di Jakarta Barat, China Town Menteng, Cikini, Raden Saleh, Pasar Baru (Jakarta Pusat), PIK (Jakarta Utara), Jatinegara (Jakarta Timur), Blok M dan Senaya (Jakarta Selatan). Untuk semakin mendongkrak pariwisata perkotaan di Jakarta, Hari menyebut bahwa Dinas Pariwisata DKI Jakarta tengah menggodok paket wisata untuk publik dengan bekerja sama dengan pengusaha hotel dan komunitas pemandu wisata.

"Rencananya walking tour itu per paketnya Rp 300 ribu. Namun saat ini masih dibahas untuk dimatangkan, mudah-mudahan bisa segera jalan," tutur dia.

Selain lewat Urban Tourism, Hari juga mengharapkan ada sumbangan kunjungan wisatawan dari fasilitas olah raga terbaru yang ada di Jakarta, seperti arena equistrian, Velodrome Rawamangun hingga Jakarta International Stadium (JIS). "Ini juga kami mau angkat, kami harap bisa menarik pegiat olahraga untuk membuat kegiatan," ujar Hari.

Hari yakin target tersebut bisa tercapai terlebih saat ini di Jakarta telah ada dan sedang dibangun beberapa proyek besar seperti MRT, LRT, dan revitalisasi Taman Ismail Marzuki. "Kami yakin, terlebih jika TIM sudah terbangun dan ada berbagai kegiatan di dalamnya akan menambah jumlah wisatawan, ini seperti oase di tengah hiruk pikuk Jakarta. Bahkan saat ini dari proyek transportasi sudah banyak wisatawan yang datang ke Jakarta sampai mencoba MRT dan LRT," ungkap Hari.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Jakarta pada Juli 2021 sebanyak 5.471 orang atau lebih rendah dibandingkan Juni 2021 yang mencapai 13.483 orang. Namun, angka tersebut terbilang tinggi dibandingkan periode sama pada Juli 2020, yakni naik 73,9 persen atau 3.146 orang.

Lonjakan jumlah kunjungan meski terjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), lanjut dia, mengindikasikan tidak mengurangi animo masyarakat bertandang di Ibu Kota. Peningkatan itu diperkirakan karena kepercayaan terhadap upaya pemulihan industri pariwisata melalui program kebersihan, kesehatan, keamanan dan keberlanjutan lingkungan (CHSE). BPS menyebutkan vaksinasi nasional yang gencar diperkirakan juga menjadi indikator tetap tingginya kedatangan wisatawan tersebut.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement