Jumat 10 Sep 2021 16:14 WIB

Jual Daging Anjing, Pasar Jaya Disomasi Animals Defenders

Temuan pedagang anjing di Pasar Jaya itu, berdasarkan investigasi yang dilakukan

Rep: Zainur mahsir ramadhan/ Red: Esthi Maharani
Tolak Legalisasi Daging Anjing. (dari kiri) Founder Animal Defenders Indonesia Doni Herdaru Tona
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Tolak Legalisasi Daging Anjing. (dari kiri) Founder Animal Defenders Indonesia Doni Herdaru Tona

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pendiri Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona, telah melayangkan somasi kepada PD Pasar Jaya terkait adanya kasus perdagangan daging anjing. "Kasus itu mendorong Animal Defenders Indonesia bergerak cepat dengan menunjuk kantor hukum Hotman P Girsang dan Rekan menjadi kuasa hukum untuk mengirimkan somasi ke beberapa pihak," ujar Doni dalam keterangannya, di Jakarta Jumat (10/9).

Doni menganggap beberapa pihak telah memfasilitasi dan melakukan pembiaran perdagangan daging anjing. Doni melanjutkan, somasi yang dilayangkan ke PD Pasar Jaya itu, merupakan somasi susulan kepada empat platform makan sebelumnya. Mulai dari, Gofood, Grabfood, Shopee Food dan Traveloka Eats.

"Namun, baru Traveloka Eats yang memberikan respons atas somasi ADI," katanya.

Doni menegaskan, temuan pedagang anjing di Pasar Jaya itu, berdasarkan investigasi yang dilakukan pada 7 September lalu. Hasil investigasi menemukan daging anjing di Pasar Senen Blok III yang dijual di tengah-tengah bahan pangan lainnya.

Dia menduga, banyak pelanggaran yang telah terjadi dengan adanya kegiatan tersebut. Mulai dari UU Perlindungan Konsumen, UU Pangan hingga UU Peternakan.

"Serta potensi pidana dari sindikat pencurian hewan peliharaan yang memasok anjing sebagai makanan," tuturnya.

Berdasarkan penelusurannya, satu lapak menjual empat ekor anjing dalam sehari, dan telah beroperasi selama enam tahun. Dia mengira, dengan adanya tiga lapak di pasar tersebut selama enam tahun, maka sudah ada banyak anjing yang dijual.

"Mari kita kalkulasi. 6 tahun × 365 hari × 4 ekor = 8.760 ekor. Dikali tiga lapak, menjadi 26.280 ekor, yang sudah mereka jagal dan jual. Belum lagi jika hari raya dan hari besar lainnya," jelas perhitungan Animal Defenders.

Doni mengira, puluhan ribu ekor anjing itu tidak mungkin hanya berasal dari wilayah DKI tetapi daerah lain seperti Sukabumi, Ciamis, Tasikmalaya, Pangandaran, Pelabuhan Ratu atau wilayah lainnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement