Selasa 31 Aug 2021 22:37 WIB

Perbaikan Jalan Ambles di Kota Bogor Direncanakan 2022

Jalan yang terletak di atas underpass itu mengalami penurunan sekitar 5 centimeter

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Hiru Muhammad
Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto meninjau jalan nasional di Jalan Soleh Iskandar, Tanah Sareal yang hampir amblas, Selasa (31/8). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) akan melakukan penanganan sementara pada jalan nasional yang hampir ambles, yakni di Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Sedangkan, penanganan permanen di jalan tersebut rencananya akan dianggarkan pada 2022.
Foto: Republika/Eva Rianti
Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto meninjau jalan nasional di Jalan Soleh Iskandar, Tanah Sareal yang hampir amblas, Selasa (31/8). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) akan melakukan penanganan sementara pada jalan nasional yang hampir ambles, yakni di Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Sedangkan, penanganan permanen di jalan tersebut rencananya akan dianggarkan pada 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) akan melakukan penanganan sementara pada jalan nasional yang hampir ambles, yakni di Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Sedangkan, penanganan permanen di jalan tersebut rencananya akan dianggarkan pada 2022.

Diketahui, jalan yang terletak di atas underpass itu mengalami penurunan tanah sedalam sekitar 50 centimeter. Pantauan Republika di lokasi, petugas dari Kemen PUPR telah memasang rambu agar kendaraan beban berat tidak melewati jalan tersebut. Kendati demikian, kendaraan pribadi dan angkutan kota terpantau masih melintas.

Kepala Pengawas Lapangan PPK 5.2 Provinsi Jawa Barat, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta-Jawa Barat Kemen PUPR, Arimi Indira Suralena mengatakan, pihaknya akan melakukan survey dan pengujian lebih lanjut untuk dapat dicarikan penanganan yang tepat dari masalah penurunan jalan tersebut. 

Indri menyebutkan, beberapa alternatif penanganan sementara yang mungkin dilakukan yaitu retak pada jalan ditutup dengan Asphalt Sealant agar air tidak masuk kedalam timbunan. Bisa juga dengan pemasangan plat baja untuk membantu mengurangi beban dinding penahan tanah.

“Besok pagi tim teknis kami akan melihat dan melakukan survey serta pengujian lebih lanjut untuk segera direncanakan penanganannya,” ujar Indri ketika ditemui Republika di lokasi, Selasa (31/8).

Sementara itu, sambung dia, terkait penanganan permanen hal itu sedang dalam pengajuan. Setelah ditinjau oleh tim teknis dari Kemen PUPR, rencananya penanganan permanen bisa dilaksanakan tahun ini atau pada 2022.“Kemudian penanganan permanen, sedang diajukan. Apakah akan dilaksanakan tahun ini atau tahun depan,” ucapnya.

Terkait adanya penurunan tanah di sisi pembatas jalan sebelah kanan, Indri menjelaskan, hal itu terjadi lantaran dinding penahan tanah sudah tidak kuat. Sehingga, tanah mengalami penurunan dan berdampak pada jalan tersebut.“Penurunan tanah ada sekitar 50 centimeter. Nanti akan dicek apakah dinding penahannya masih kuat. Penanganan sementara juga akan dibicarakan lebih lanjut,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengaku akan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk berkoordinasi dengan Kemen PUPR. Selain itu, DPRD Kota Bogor akan berkoordinasi dengan Komisi V DPR RI agar rusaknya jalan ini menjadi perhatian serius.

Atang menuturkan, perbaikan jalan di atas underpass Jalan Soleh Iskandar ini sudah direncanakan dari beberapa tahun sebelumnya. Diketahui, pada 2017, jalan yang sama mengalami penurunan sedalam 30 centimeter.“Namun, hari ini ada penurunan yang lebih tajam, sehingga harus dilakukan pengamanan, jalan yang paling pinggir, agar tidak terjadi korban,” ujar politikus partai PKS ini.

Selain itu, sambung dia, sebaiknya dilakukan langkah sementara untuk bisa meratakan jalan. Tentunya sebelum dilakukan perbaikan yang diusulkan pada 2022. Pemkot Bogor juga meminta agar lajur sebelah kiri yang bersebelahan dengan Kali Cipakancilan diamankan agar tak dilalui dan dibuat parkir kendaraan. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement