Jumat 27 Aug 2021 00:35 WIB

Anies Berhentikan Dirut dan Dua Pimpinan Jakpro

Pergantian jabatan, baik karena promosi maupun rotasi merupakan hal yang lumrah.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Agus Yulianto
Dirut PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Dwi Wahyu Daryoto (kanan)
Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Dirut PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Dwi Wahyu Daryoto (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memberhentikan Dwi Wahyu Daryoto dari jabatan sebagai Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro. Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala BP BUMD DKI Jakarta, Riyadi mewakili Anies. 

Riyadi mengatakan, hal tersebut dilakukan melalui Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS) di luar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Jakarta Propertindo (Perseroda) pada Rabu (25/8). "Memberhentikan dengan hormat Dwi Wahyu Daryoto dari jabatan Direktur Utama," kata Riyadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/8).

Dia menuturkan, selain Dwi Wahyu Daryoto ada dua anggota lainnya yang turut diberhentikan, yakni Mohammad Hanief Arie Setianto dari jabatan Direktur perusahaan dan Hadi Prabowo dari jabatan Komisaris perusahaan. Riyadi menyebut, Anies pun telah menunjuk tiga orang lainnya untuk mengisi jabatan yang kosong ini.

Dia merinci, Widi Amanasto sebagai Direktur Utama, Gunung Kartiko sebagai Direktur perusahaan, dan M Hudori sebagai Komisaris perusahaan. Menurut Riyadi, pergantian jabatan, baik karena promosi maupun rotasi merupakan hal yang lumrah atau biasa terjadi dalam suatu perusahaan atau instansi. 

"Hal ini seiring dengan tuntutan dan perkembangan perusahaan, yang juga berkaitan dengan penyegaran dan regenerasi kepemimpinan," jelasnya. 

Untuk diketahui, PT Jakpro merupakan salah satu BUMD DKI Jakarta yang mendapatkan sejumlah tanggung jawab dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Salah satunya adalah dalam penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E.

Selain itu, Jakpro juga diberikan tanggungjawab dalam pembangunan sejumlah infrastruktur di Jakarta. Di antaranya, yaitu International Stadium (JIS) hingga revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM).

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement