Jumat 20 Aug 2021 07:49 WIB

IPK Fantastis, Modal Lolos Program Magang Bersertifikat

Program MSIB memberikan kebebasan untuk mahasiswa mendaftar di perusahaan idaman

Diaz Defriyanto merupakan salah satu mahasiswa prodi Sistem Informasi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Tasikmalaya yang lolos program Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kampus Merdeka.
Foto: istimewa
Diaz Defriyanto merupakan salah satu mahasiswa prodi Sistem Informasi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Tasikmalaya yang lolos program Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kampus Merdeka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Diaz Defriyanto merupakan salah satu mahasiswa prodi Sistem Informasi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Tasikmalaya yang lolos program Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kampus Merdeka.

Lolos program MSIB jadi hal yang tak terduga, sebab banyaknya pesaing hingga ratusan mahasiswa dari kampus lain turut daftar dalam program ini. 

Diaz sapaan akrabnya, adalah mahasiswa yang aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Universitas BSI kampus Tasikmalaya meraih IPK yang fantastis mencapai 3.96. Karena hal ini merupakan salah satu syarat ketentuan dari program MSIB.

“Saya berhasil lolos program magang dari Kampus Merdeka pada PT Angin Utama Jaya (ANGIN). Perusahaan ini bergerak di bidang jaringan investasi untuk membangun ekosistem kewirausahaan Indonesia agar berkembang,” tutur Diaz dalam rilis yang diterima, Jumat (20/8).

Diaz mengatakan, dirinya ditempatkan di bagian web developer dan ditugaskan membangun website ‘Pelatihan Daring Pengusaha Perempuan Rural’. Ia akan mulai magang antara 23 Agustus hingga 23 Februari 2022.

“Alasan saya mengikuti program MSIB ini karena programnya sangat menarik. Terutama di tengah pandemi covid-19 seperti ini yang sulit untuk mencari magang mandiri,” ujarnya.

Diaz menyebutkan, program MSIB memberikan kebebasan untuk mahasiswa mendaftar di perusahaan yang diinginkannya. “Selain itu, mahasiswa juga diberikan pilihan untuk memilih posisi pekerjaan yang sesuai dengan minatnya. Hal ini membuat saya tertarik mengikuti program MSIB,” ungkapnya.

Ia berharap, mendapatkan ilmu baru, terutama dalam bidang pemrograman dn dapat beradaptasi di lingkungan baru sehingga dpat bekerja sama dalam tim. “Untuk teman-teman mahasiswa, tetap semangat ya! Mencari tempat magang, memang tidak mudah. Jika ada kesempatan magang segera ambil, jangan dilewatkan. Sebab siapa tahu yang awalnya tidak suka menjadi pekerjaan yang diminati,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut kaprodi Sistem Informasi Universitas BSI kampus Tasikmalaya, Deddy Supriadi, lolosnya Diaz pada program ini adalah suatu kebanggan tersendiri bagi kampus. “Lolosnya Diaz menjadi salah satu mahasiswa magang program dari Kampus Merdeka menjadi suatu kebanggan bagi Universitas BSI. Sebab Diaz dapat terpilih di antara ratusan mahasiswa dari kampus lain yang mendaftar,” kata Deddy.

Pada kesempatan lain, koordinator BSI Career Center (BCC) Universitas BSI kampus Tasikmalaya, Dini Silvi Purnia menyampaikan bahwa lolosnya Diaz pada program MISB ini membuktikan, mahasiswa kampus Universitas BSI kampus Tasikmalaya juga layak dan siap bersaing di dunia industri nanti.“Program MSIB ini memang pada dasarnya terbuka bebas untuk semua mahasiswa memilih perusahaan apapun sesuai minat. Jadi lolosnya Diaz di PT Angin Utama Jaya ini juga atas minatnya,” kata Dini dalam wawancara melalui whatsapp, Rabu (18/8).

Dini mengungkapkan ini menjadi langkah awal Diaz berkesempatan berkarir di perusahaan tersebut dan memungkinkan sekali ia nantinya akan dilirik oleh perusahaan tempatnya magang.

"Jika Diaz, punya skill yang mumpuni dan perusahaan suka dengan kinerja Diaz. Maka bukan mustahil, jika ia nantinya dapat bekerja tetap di perusahaan tempatnya magang. Oleh karena itu, mahasiswa yang sudah mendapatkan magang di perusahaan, jangan sia-siakan kesempatan ini, tunjukkan skil dan attitude kalian, jaga nama baik kampus juga diri sendiri," tuturnya.

 

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi