Sabtu 07 Aug 2021 20:47 WIB

Akun Ade Armando Disuspen Twitter

Ade Armando sempat berkomentar tentang sumbangan Akidi Tio yang tak bisa dicairkan.

Rep: Erik PP/Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Erik Purnama Putra
Akun Twitter milik dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Ade Armando disuspen Twitter.
Foto: Tangkapan layar
Akun Twitter milik dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Ade Armando disuspen Twitter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akun Twitter milik dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando kini tidak bisa diakses. Akun @adearmando1 yang biasa digunakan oleh Ade untuk membuat status baru, yang kerap heboh kini tidak bisa diakses.

Republika pada Sabtu (7/8) malam WIB, mencoba mengakses akun tersebut, namun tidak bisa dan malah muncul keterangan 'The account you are trying to view has been suspended'.

Republika mencoba cara lain dengan mengetik nama akun di fitur Search Twitter, malah muncul keterangan 'Account suspended. Twitter suspends accounts which violate the Twitter Rules', Artinya, akun milik Ade ditangguhkan karena dianggap melanggar aturan Twitter.

Ade sebelumnya membuat geger lantaran menulis status yang menyinggung agama pebulu tangkis Anthony Ginting. Ade juga sempat membuat video testimoni berisi pujian kepada keluarga almarhum Akidi Tio yang menyumbang dana Rp 2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19.

Saat dihubungi Republika pada Selasa (3/8), Ade mengatakan, ada banyak kemungkinan mengapa bantuan dari Akidi Tio yang disalurkan lewat Kapolda Sumatra Selatan Irjen Eko Indra Heri belum cair. Menurut dia, bisa saja uangnya yang tidak bisa dicairkan atau uangnya yang memang tidak ada.

"Tapi, janganlah kita kritik pemerintah, dalam hal ini polisi karena tidak berhati-hati. Karena tidak ada yang dirugikan loh, harus kita akui," ujar Ade.

Dia tak menampik, Polda dan Pemprov Sumsesl bisa saja memang dibohongi oleh keluarga Akidi Tio, jika dana hibah itu memang tidak pernah ada. Namun demikian, Ade menilai, kebohongan yang dilakukan keluarga Akidi Tio tidak merugikan siapa pun.

"Gak apa-apa juga dong, kecuali ditipu atau kepolisian sudah mengeluarkan dana untuk mencari uang itu. Ini kan nggak," ujar Ade.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement