Rabu 07 Jul 2021 18:03 WIB

Alasan IDI Usul Nakes Diberi Vaksin Dosis Ketiga

Jumlah virus RS yang sangat tinggi buat nakes perlu dosis ketiga.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari
Petugas mengisi kartu tanda imunisasi Covid-19 tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Pandak I, Bantul, Yogyakarta, Rabu (3/2). Usulan vaksin dosis ketiga bagi nakes mengemuka.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Petugas mengisi kartu tanda imunisasi Covid-19 tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Pandak I, Bantul, Yogyakarta, Rabu (3/2). Usulan vaksin dosis ketiga bagi nakes mengemuka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengusulkan agar para tenaga kesehatan (nakes) mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga. Alasannya banyak nakes terinfeksi virus corona meski sudah mendapatkan vaksin dua dosis karena tingginya virus di fasilitas kesehatan (faskes).

Wakil Ketua Umum PB IDI, Slamet Budiarto, mengungkap fakta bahwa tenaga kesehatan Indonesia yang sudah divaksin Covid-19 dua kali ternyata masih bisa terinfeksi sedang, berat, hingga meninggal dunia. "Kemudian dari hasil penelitian PB IDI yang berdasarkan bukti, efikasi vaksinnya kan tidak terlalu tinggi padahal antibodi nakes ini perlu ditingkatkan. Kalau mengacu WHO kan butuh efikasi 51 persen jadi, perlu dosis sekali lagi mengingat virus yang ada di rumah sakit kan jauh lebih besar dibandingkan yang ada di luar," ujarnya saat dihubungi Republika, Rabu (7/7).

Baca Juga

Ia menambahkan, jumlah virus yang ada di rumah sakit mungkin ribuan kali lebih banyak dibandingkan virus di luar fasilitas kesehatan. Apalagi, dia melanjutkan, pihak Sinovac juga memberikan rekomendasi vaksin Covid-19 memungkinkan dilakukan sebanyak tiga dosis karena virus di rumah sakit lebih banyak.

Bahkan, ia menyebutkan Turki sudah melakukan vaksinasi Covid-19 untuk para tenaga medis hingga tiga kali. Jadi, PB IDI meminta para nakes diutamakan.

 

Ia menambahkan, vaksinasi Covid-19 dosis ketiga untuk nakes bisa dengan merek lain atau jenis yang sama. Terkait jawaban pemerintah menunggu rekomendasi Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI), pihaknya memiliki jawaban.

"ITAGI itu kan bentukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sementara rekomendasi kan sifatnya usulan dan bisa dari mana-mana," ujarnya.

Kemudian, dia melanjutkan, pihak yang memutuskan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga untuk nakes adalah Menteri Kesehatan. Ia berharap para nakes ini segera mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga sebelum semakin banyak yang terinfeksi virus ini.

"Kalau pemerintah masih mengatakan menunggu rekomendasi ITAGI padahal varian baru virus ini muncul bisa membuat penularan makin cepat dan nakes bisa berjatuhan. Jadi, pemberian vaksin dosis ketiga sudah urgen untuk dilaksanakan," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement