Rabu 02 Jun 2021 22:03 WIB

Satu RT di Cilincing Terapkan Lockdown Mikro

Sudah ada setidaknya 21 warga terindikasi Covid-19.

Warga mendaftar untuk tes usap PCR Covid-19 di Jalan As-Syafiiyah, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (21/5). Kawasan tersebut memberlakukan mikro lockdown serta tes usap PCR secara massal setelah sebanyak 51 orang warga di RT03/RW03 Kelurahan Cilangkap Kecamatan Cipayung positif Covid-19 yang berasal dari klaster halal bi halal saat lebaran Idulfitri. Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga mendaftar untuk tes usap PCR Covid-19 di Jalan As-Syafiiyah, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (21/5). Kawasan tersebut memberlakukan mikro lockdown serta tes usap PCR secara massal setelah sebanyak 51 orang warga di RT03/RW03 Kelurahan Cilangkap Kecamatan Cipayung positif Covid-19 yang berasal dari klaster halal bi halal saat lebaran Idulfitri. Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Kawasan Rukun Tetangga (RT) 01 RW 04 Kelurahan Semper Barat,Cilincing, Jakarta Utara menerapkan penguncian wilayah secara mikro (microlockdown). Kebijakan ini diambil setelah 21 warga terindikasi positif Covid-19 dan satu orang di antaranya meninggal dunia.

"Diadakan 'lockdown'. Ditutup, jadi warga RT 01 tidak boleh keluar (lingkungannya)," ujar Ketua RW 04 Semper Barat, Muhammad Roji, kepada wartawan di Jakarta Utara, Rabu.

Baca Juga

Roji menjelaskan bahwa penguncian wilayah merupakan upaya yang ditetapkan untuk menghindari penularan Covid-19 yang lebih banyak lagi.Hal itu karena penularan Covid- 19 berlangsung sangat cepat.

Awalnya, kata i, hanya ada satu warga yang terindikasi positif Covid-19 berinisial A yang meninggal dunia dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) khusus jenazah pasien COVID-19 di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Namun, ketika Kelurahan Semper Barat meminta keluarga A untuk melakukan tes usap antigen di Kecamatan Cilincing, ditemukan seluruhnya positif Covid-19.

Bahkan, kader Dasawisma yang mengantar keluarga tersebut mengikuti tes antigen di kecamatan juga tak terhindar dari paparan Covid-19. Setelah itu dilakukan pelacakan (tracing) orang-orang lainnya yang sempat melakukan kontak dengan keluarga tersebut, yang jumlahnya puluhan orang.

Rupanya, ada kegiatan tahlilan di rumah keluarga A, usai pria 38 tahun tersebut dimakamkan. Alhasil, semua yang ikut kegiatan tahlilan di rumah tersebut diminta mengikuti tes usap secara bertahap.Total, sudah 20 orang warga RT 01/ RW 04 Semper Barat yang terindikasi positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap antigen terhadap 95 orang secara bertahap sejak Senin (31/5) sampai Rabu (2/6).

Ketua RT 01 RW 04 Kelurahan Semper Barat, Mulyadi, saat ditemui wartawan di Jakarta Utara, Rabu mengatakan bahwa penetapan micro lockdown tersebut untuk menghindari lebih banyak lagi orang yang terpapar COVID-19 di lingkungan RT 01."Saya tetapkanjuga 'lockdown' supaya jangan ada orang luar masuk sini biar tidak terpapar lagi. 'Lockdown' sejak Senin," kata Mulyadi.

Ia belum memastikan kapan lingkungan RT 01 RW 04 Semper Barat akan dibuka kembali, namun pihaknya akan mensterilkan lingkungan tersebut dengan menyemprot desinfektan agar aman dari paparan virus. Akses ke gang sudah dipasang portal pembatas larangan masuk dan dipasang spanduk bertuliskan bahwa wilayah tersebut dalam pantauan khusus terkait penularan Covid-19.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement