Selasa 01 Jun 2021 16:55 WIB

90 Persen Kematian Covid-19 DIY Merupakan Lansia

Warga 50 tahun ke atas sumbang kematian terbesar akibat Covid di DIY.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Indira Rezkisari
Vaksinator menyuntikan vaksin COVID-19 kepada peserta saat vaksinasi untuk warga lansia di Dinkes Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Yogyakarta. Di DIY 90 persen kematian akibat Covid terjadi pada kelompok lansia.
Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Vaksinator menyuntikan vaksin COVID-19 kepada peserta saat vaksinasi untuk warga lansia di Dinkes Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Yogyakarta. Di DIY 90 persen kematian akibat Covid terjadi pada kelompok lansia.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Juru Bicara Penanganan Covid-19 untuk DIY, Berty Murtiningsih, mengatakan, sebagian besar kematian Covid-19 di DIY merupakan lansia. Setidaknya, 90 persen dari total kematian merupakan lansia.

"Hampir tiap hari saya harus mengumumkan kematian di DIY, ternyata 90 persen dari jumlah kematian yang ada berumur 50 tahun ke atas," kata Berty dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Republika secara virtual bertema 'Mewaspadai Varian Baru Covid-19'.

Baca Juga

Per 1 Juni 2021, total kematian Covid-19 di DIY sudah mencapai angka 1.192 kasus. Jumlah tersebut disumbang oleh sembilan kasus kematian baru.

Berty menuturkan, sembilan kasus meninggal dunia tersebut tersebar di Kabupaten Bantul dengan menyumbang tiga kasus, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo dan Kota Yogyakarta yang masing-masingnya menyumbang dua kasus.

"Sembilan kasus meninggal dunia ini dilaporkan berdasarkan hasil verifikasi data oleh masing-masing dinas kesehatan kabupaten/kota. Saat ini, persentase kematian di DIY sebesar 2,65 persen," ujarnya.

Sementara itu, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 juga bertambah sebanyak 219 kasus baru pada 1 Juni ini. Seluruh kasus baru tersebut merupakan hasil pemeriksaan terhadap 1.188 spesimen dari 1.179 orang. "Sehingga, total kasus positif di DIY saat ini menjadi 44.965 kasus," jelas Berty.

Berty menjelaskan, 219 kasus baru tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota. Tertinggi disumbang oleh Sleman sebanyak 98 kasus baru.

Disusul Bantul dengan menyumbang 70 kasus baru, Gunungkidul menyumbang 23 kasus baru, Kulon Progo menyumbang 18 kasus baru dan Kota Yogyakarta menyumbang 10 kasus baru. Berdasarkan riwayat, sebagian besar kasus baru ini merupakan riwayat pelacakan (tracing) kontak kasus positif. Setidaknya, 180 kasus baru merupakan riwayat tracing.

Sedangkan, 25 kasus baru merupakan riwayat periksa mandiri dan satu kasus baru memiliki riwayat perjalanan luar daerah. Namun, ada 13 kasus baru yang riwayatnya belum diketahui. "Untuk kasus aktif saat ini di DIY ada 2.152 kasus," katanya.

Lebih lanjut, Berty juga melaporkan tambahan 178 kasus sembuh. Secara kumulatif, total kesembuhan di DIY sudah mencapai 41.621 kasus. "Untuk persentase kesembuhan saat ini sudah di angka 92,56 persen," tambahnya.

Tambahan 178 kasus sembuh itu juga tersebar di seluruh kabupaten/kota. Bantul menyumbang kesembuhan tertinggi yakni 56 kasus sembuh, disusul Kulon Progo sebanyak 52 kasus sembuh, 34 kasus sembuh di Kota Yogyakarta, 33 kasus sembuh di Sleman dan tiga kasus sembuh lainnya di Gunungkidul.

Untuk keterisian tempat tidur (bed) isolasi di 27 rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 baru 44,7 persen. Total bed yang disediakan untuk penanganan Covid-19 di DIY sebesar 941 bed, yang terdiri dari 139 bed untuk penanganan kasus critical dan 802 bed untuk penanganan kasus non critical.

Sehingga, baru 421 bed yang terisi hingga saat ini. "421 bed yang terpakai ini merupakan 62 bed critical dan 359 bed non critical," kata Berty.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement