Rabu 19 May 2021 03:04 WIB

Lima Pelaku Usaha Wisata di Pangandaran Positif Covid-19

Ramainya wisatawan ke Pangandaran tak berpengaruh pada kenaikan kasus Covid-19.

Rep: Bayu Adji P / Red: Agus Yulianto
Sejumlah wisatawan bermain air di Pesisir Pantai, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (17/5/2021). Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran menutup seluruh objek wisata di Pangandaran untuk mengendalikan kunjungan wisatawan saat libur Lebaran guna mencegah penularan COVID-19.
Foto: Antara/Adeng Bustami
Sejumlah wisatawan bermain air di Pesisir Pantai, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (17/5/2021). Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran menutup seluruh objek wisata di Pangandaran untuk mengendalikan kunjungan wisatawan saat libur Lebaran guna mencegah penularan COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN -- Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran melakukan uji cepat (rapid test) antigen Covid-19 kepada para pelaku usaha wisata. Pengetesan itu dilakukan usai kunjungan wisatawan ke daerah itu mengalami lonjakan saat libur Lebaran. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yani Achmad Marzuki mengatakan, rapid test antigen dilakukan secara acak kepada para pelaku usaha wisata sejak Senin (18/5). Dia menegaskan, pengetasan itu dilakukan dengan tujuan memastikan warga Kabupaten Pangandran usai banyaknya kunjungan wisatawan.

Dari hasil sementara pelaksanaan rapid tes antigen di sejumlah objek wistaa, terdapat beberapa pelaku usaha yang positif. "Ada lima orang yang positif antigen," kata dia saat dihubungi Republika, Selasa (18/5).

Yani menjelaskan, pada Senin kemarin, pihaknya melaksanakan rapid test antigen kepada para pelaku usaha di Pantai Batukaras, Pantau Batu Hiu, Pantai Pangandaran, dan Pantai Karapyak. Hasilnya, dari 21 pelaku usaha yang dites di Pantai Batukaras, seluruhnya negatif. Begitu juga dari 16 pelaku usaha di Pantai Pangandaran dan 11 pelaku usaha di Pantai Karapyak, semuanya dinyatakan negatif.

Lima pelaku usaha yang positif didapati dari Pantai Batu Hiu. Dari total 31 pelaku usaha di kawasan objek wisata itu, terdapat lima orang yang positif. "Mereka sudah di-swab PCR, hasilnya belum keluar," kata Yani.

Dia mengatakan, pelaksanaan rapid test antigen kepada para pelaku usaha masin terus dilakukan. Kegiatan itu dijadwalkan akan berlangsung hingga 24 Mei.

"Kita tak ada target berapa orang, karena kita standby. Pelaku usaha datang sendiri. Kita koordinasi dengan dinas terkait untuk menggiring mereka melakukan antigen," kata dia.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran juga melaporkan, dari total 497 wisatawan yang melakukan rapid test antigen di pintu masuk objek wisata, terdapat delapan orang yang hasilnya positif. Namun, delapan wisatawan itu langsung diputarbalikkan ke daerahnya masing-masing, lantaran mereka berasal dari luar Pangandaran.

"Kita minta mereka melakukan tes swab PCR di daerah masing-masing," kata Yani.

Ihwal perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, Yani mengklaim, saat ini trennya mengalami penurunan. Menurut dia, sejak 12 Mei hingga saat ini kasus aktif Covid-19 di daerah itu terus menurun. 

"Terkahir data kemarin, yang dirawat tinggal delapan orang. Isolasi mandiri 33 orang. Jadi tinggal 41 orang yang aktif," kata dia.

Namun, berdasarkan data yang diperoleh dari laman covid19.pangandarankab.go.id per 18 Mei, dari total 2.061 kasus terkonfirmasi positif terdapat 53 kasus aktif. Sementara sebenayak 1.962 orang telah dinyatakan sembuh dan 46 orang meninggal dunia. 

Yani menilai, ramainya wisatawan ke Pangandaran tak berpengaruh pada kenaikan kasus Covid-19. Apalagi, saat ini sudah ada komitmen bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran dengan para pelaku usaha wisata untuk sama-sama menjaga protokol kesehatan (prokes) dalam bentuk pakta integritas.

Dengan adanya pakta integritas itu, Pemkab Pangandaran telah kembali membuka objek wisata yang sempat ditutup dua hari belakangan. Tentu, kata Yani, dibukanya kembali objek wisata dibarengi dengan penerapan prokes yang ketat.

"Insya Allah tak akan ada lonjakan kasus dari aktivitas wisata," ujar dia.

Sebelumnya, Pemkab Pangandaran menutup seluruh objek wisata di Kabupaten Pangandaran sejak Ahad (16/5). Kebijakan itu diambil setelah video wisatawan berkerumun tanpa menerapkan prokes di Pantai Batukaras viral di media sosial pada Sabtu (15/5). Namun, per Selasa pukul 00.00 WIB seluruh objek wisata di daerah itu telah kembali dibuka. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement