Sabtu 03 Apr 2021 07:39 WIB

Jabar Butuh 100 Ribu Vaksin untuk Pekerja Pusat Perbelanjaan

Pelaku usaha berharap vaksinasi virus korona bisa dirasakan semua masyarakat.

Rep: Arie Lukihardianti / Red: Agus Yulianto
APPBI Jabar menggelar vaksinasi bagi 2.000 tenaga kerja di pusat perbelanjaan Bandung.
Foto: Istimewa
APPBI Jabar menggelar vaksinasi bagi 2.000 tenaga kerja di pusat perbelanjaan Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pusat perbelanjaan sangat terdampak Covid-19. Aktivitas bisnis yang biasa dilakukannya, nyaris mati total terutama di awal-awal penyebaran virus covid 19.

Oleh karena itu, menurut Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Barat Arman Hermawan, pelaku usaha berharap vaksinasi virus korona bisa dirasakan semua masyarakat. Karena kekebalan tubuh masyarakat pascavaksin bisa kembali menggeliatkan perekonomian yang saat ini masih terpuruk.

"Bisa dibilang mati suri. Karena di awal-awal, semua kan harus tutup. Hanya yang menjual kebutuhan pokok dan kesehatan yang masih buka," ujar Arman saat menggelar vaksinasi bagi 2.000 tenaga kerja di pusat perbelanjaan seperti mal dan toko, di Bandung, akhir pekan ini.

Menurutnya, masih banyak pekerja di pusat belanja yang belum divaksin. "Bayangkan saja, di Jawa Barat ada sekitar 100 ribu pekerja di pusat belanja. Di Bandung saja ada 20 ribuan," katanya. 

"Mudah-mudahan vaksinasi ini lancar dan semua masyarakat bisa merasakannya," katanya

Menurutnya, dalam kesempatan itu terdapat 2.000 pekerja di pusat perbelanjaan di Bandung yang divaksin. Dia berharap, vaksinasi ini bisa dirasakan semua pekerja pusat belanja. 

Arman mengatakan, pengelola pusat belanja banyak yang rontok akibat pandemi terutama yang menyangkut makanan dan minuman. "FnB yang ada di foodcourt, itu banyak yang tutup. Pada enggak kuat," katanya. 

Padahal, kata dia, pengelola pusat belanja sudah memberikan insentif kepada para penyewanya tersebut. "Pengelola pusat belanja sudah kasih gratis sewa, hanya bayar listrik saja. Tapi mereka tetap enggak sanggup, enggak sanggup bayar pagawai," katanya.  

Bahkan, kata dia, akibat pandemi inipun di Jawa Barat terdapat tiga pengelola pusat perbelanjaan yang gulung tikar sehingga memilih menjualnya kepada pihak lain. "Di Jawa Barat ada 22 pusat belanja yang tergabung, dari jumlah itu ada tiga yang dijual," katanya.

Oleh karena itu, Arman berharap, vaksinasi yang terus dilakukan mampu menggeliatkan kembali aktivitas usahanya. Salah satu yang harus segera divaksin adalah pekerja di pusat perbelanjaan mulai dari pekerja toko, petugas keamanan, dan bagian kebersihan.

Dengan begitu, kata dia, masyarakat tidak ragu untuk mengunjungi pusat perbelanjaan. "Kalau semua pekerja di pusat perbelanjaan sudah divaksin, masyarakat tak perlu khawatir untuk berbelanja. Karena selain prokes diterapkan, pekerja kami sudah divaksin," katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement