Kamis 04 Mar 2021 22:58 WIB

22 UMKM Disiapkan jadi Official Merchandise MotoGP Mandalika

22 UMKM asal NTB sudah mendapat pelatihan membuat official merchandise MotoGP

Pekerja menyelesaikan pembangunan saluran drainase proyek Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (4/3/2021). Berdasarkan data Mandalika Grand Prix Association (MGPA), ITDC dan PT PP per Februrari 2021 progres pembangunan lintasan sirkuit MotoGP itu secara kumulatif mencapai 53,27 persen dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2021.
Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Pekerja menyelesaikan pembangunan saluran drainase proyek Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (4/3/2021). Berdasarkan data Mandalika Grand Prix Association (MGPA), ITDC dan PT PP per Februrari 2021 progres pembangunan lintasan sirkuit MotoGP itu secara kumulatif mencapai 53,27 persen dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Sebanyak 22 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan industri kecil menengah (IKM) di Nusa Tenggara Barat disiapkan menjadi official merchandise MotoGP Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro, mengatakan 22 UMKM tersebut sudah masuk dalam kurasi yang dipersiapkan menjadi penyedia resmi merchandise MotoGP Mandalika."22 UMKM ini sudah kita kurasi dan dipersiapkan untuk menjadi pendukung kita sebagai official merchandiseMotoGP Mandalika," ujarnya, Kamis.

Bram menjelaskan, nantinya ke 22 UMKM tersebut akan ditempatkan pada store-store khusus yang disediakan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku promotor dan pemegang lisensi MotoGP Indonesia 2021 di Mandalika, Lombok."Nanti ada store-store UMKM yang disediakan. Untuk pasti lokasi kita belum tahu dimana, namun yang pasti mereka ditempatkan di sekitar kawasan sirkuit Mandalika," ucap Bram.

Untuk jenis produk yang nantinya disediakan, kata Bram, terdiri dari berbagai macam produk hasil karya UMKM/IKM di NTB, mulai dari tas, t-shirt, boneka dan sebagainya."Kalau produknya banyak macam-macam, saya lupa apa saja karena banyak. Namun semua produk yang nanti dipasarkan sudah digawangi MotoGP Mandalika," ungkapnya.

Menurut Bram, pihaknya optimistis produk-produk yang nantinya dipasarkan pada saat MotoGP Mandalika akan laku keras seiring banyaknya pengunjung yang datang untuk menyaksikan balap MotoGP.

"Terkait permintaan, kita yakin penjualan merchandise MotoGP Mandalika akan banyak permintaan seiring pengunjung yang datang menyaksikan ajang balap motor terbaik di dunia tersebut. Kita prediksi bisa sampai 50 ribu orang meski COVID-19 tetapi kalau tidak ada COVID-19 bisa sampai 150 ribu orang," kata Bram.

Bram menambahkan, 22 UMKM/IKM yang dipersiapkan untuk menjadi official merchandiseMotoGP Mandalika ini, adalah UMKM lokal yang memang sudah mendapatkan pelatihan dan pembinaan dari ITDC selaku pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

"Kalau UMKM kita sepenuhnya sudah siap. Apalagi mereka sudah mendapatkan pendampingan dan pelatihan-pelatihan serta pembinaan," imbuhnya.

Disinggung apakah nanti produk-produk yang dihasilkan bukan di produksi UMKM/IKM lokal NTB, Bram menegaskan bahwa UMKM yang dilibatkan menjadi official merchandise MotoGP Mandalika adalah UMKM/IKM dari wilayah NTB."Yang jelas merchandise yang dipasarkan adalah produk resmi hasil UMKM di NTB. Namun, kita juga nggak bisa melarang kalau ada orang produk luar. Namun yang kita siapkan nanti adalah produk merchandise resmi MotoGP Mandalika," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement