Rabu 03 Feb 2021 08:55 WIB

Genose Diuji Coba di Stasiun Pasar Senen

Uji coba dilakukan sebelum penggunaan resmi Genose di Stasiun Pasar Senen 5 Februari.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Yudha Manggala P Putra
Petugas mengetes kantong nafas milik pegawai PT KAI (Persero) dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Ilustrasi
Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Petugas mengetes kantong nafas milik pegawai PT KAI (Persero) dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penerapan alat screening Gadjah Mada Electric Nose Covid-19 atau Genose C19 diuji coba hari ini (3/2) di Stasiun Pasar Senen. Hasil tes dengan alat Genose dapat menjadi syarat perjalanan bagi penumpang kereta api (KA) jarak jauh.

“Nanti tanggal 5 Februari 2021 sudah ada di Stasiun Tugu dan Pasar Senen. Sekarang dilakukan (uji coba) agar alat ini sudah siap saat nanti 5 Februari,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Stasiun Pasar Senen, Rabu (3/2).

Budi menegaskan, Kemenhub juga ingin memastikan adanya keselamatan dalam transportasi kereta api selama masa pandemi Covid-19. Termasuk juga mengenai protokol kesehatan yang didukung dengan penerapan alat screening Genose.

“Kita harus memastikan mereka yang melakukan perjalanan aman dan tidak terpapar Covid-19. Kami juga meminta review detail agar penggunaan Genose efektif dilakukan,” jelas Budi.

Sementara itu, Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro yang hadir dalam uji coba tersebut mengharapkan, Genose dapat memperlancar perjalanan dan menjaga keamanan penumpang. Khususnya menjaga dari kemungkinan terpapar Covid-19.

“Genose ini mencoba mendeteksi orang yang kemungkinan terpapar Covid-19 dan yang menjadi objek observasinya merupakan senyawa yang ada di dalam embusan napas yang bisa membedakan orang terpapar Covid-19 atau tidak,” jelas Bambang.

Bambang menuturkan, kelebihan Genose juga lebih nyaman bagi masyarakat dan mudah dioperasikan karena menggunakan perangkat komputer biasa. Selain itu hasilnya juga cepat didapatkan sekitar tiga menit setelah diperiksa dan dengan harga yang terjangkau.

“Kalau menggunakan harga total mesin sekitar Rp 62 juta tapi bisa dipakai 100 ribu kali tes. Sangat memudahkan penumpang tanpa memberatkan uang yang dikeluarkan,” ungkap Bambang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement