Selasa 26 Jan 2021 20:05 WIB

Upaya Pemprov DKI Antisipasi RS Rujukan Covid Kolaps

DKI mengatakan meningkatkan beberapa upaya untuk cegah RS rujukan Covid-19 kewalahan

Rep: Flori Sidebang/ Red: Yudha Manggala P Putra
Tenaga kesehatan bersiap melakukan perawatan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, Jumat (22/1). Berdasarkan data per Jumat (22/1) pukul 08.00 WIB, RSD Wisma Atlet saat ini merawat 4.935 pasien Covid-19 dari jumlah tempat tidur sebanyak 5994 atau secara keseluruhan jumlah keterisian tempat tidur mencapai 82,33 persen. Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Tenaga kesehatan bersiap melakukan perawatan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, Jumat (22/1). Berdasarkan data per Jumat (22/1) pukul 08.00 WIB, RSD Wisma Atlet saat ini merawat 4.935 pasien Covid-19 dari jumlah tempat tidur sebanyak 5994 atau secara keseluruhan jumlah keterisian tempat tidur mencapai 82,33 persen. Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia per Selasa (26/1) terus meningkat dan telah mencapai angka satu juta lebih kasus. Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun menyatakan akan berupaya menangani pandemi sebaik mungkin.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, untuk mengantisipasi kemungkinanan rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Ibu Kota mengalami kolaps akibat meningkatnya jumlah kasus positif corona, pihaknya menyiapkan berbagai upaya. Salah satunya adalah meningkatkan kapasitas, mulai dari rumah sakit hingga lahan pemakaman.

Baca Juga

"Sudah sering kami sampaikan, DKI Jakarta akan terus meningkatkan dan mengupayakan ketersediaan berbagai fasilitas. Mulai dari rumah sakit, laboratorium, tempat tidur, ruang ICU, bahkan tempat pemakaman. Kami pastikan, insya Allah, kami bisa terus menyiapkan berbagai fasilitas," kata Ariza di Balai Kota Jakarta, Selasa (26/1).

Ariza menyebut, Pemprov DKI akan terus menambah jumlah rumah sakit rujukan Covid-19 dan meningkatkan kapasitasnya. Meski demikian, dia tidak menjelaskan secara rinci, mengenai hal tersebut.

"Semuanya sudah diatur. Pokoknya prinsipnya, semuanya kita tingkatkan, rumah sakit (rujukan Covid-19) dari (total) 98 menjadi 101. Kita upayakan, kita tingkatkan terus, sebagaimana kebijakan dari pak gubernur, dari Kemenkes juga," tutur Ariza.

"Rumah sakit rujukan ditingkatkan sampai 40 bahkan 50 persen lagi. Rumah sakit-rumah sakit yang belum menjadi RS rujukan, kami minta, sudah mulai proses, menjadi RS rujukan (Covid-19). Bahkan kami minta kepada Menteri Pariwisata agar ke depan ditambah lagi hotel-hotel sebagai tempat isolasi mandiri," lanjutnya menjelaskan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement