Kamis 21 Jan 2021 05:42 WIB

Inilah Tips Kuliah Online Efektif, agar IPK tidak Turun

Mahasiswa perlu fokus dan pantang menyerah.

Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa saat mengikuti kuliah online.
Foto: Dok STMIK Nusa Mandiri
Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa saat mengikuti kuliah online.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Sekolah Tinggi Manejemen Informatika dan Komputer (STMIK) Nusa Mandiri, Dwiza Riana memberikan sejumlah tips sukses kuliah online.

“Ada banyak masalah yang dihadapi mahasiswa dalam kuliah online ini, tips ini dirangkum dari kendala yang dihadapi oleh mahasiswa-mahasiswa di kampus STMIK Nusa Mandri, mulai dari menghadapi masalah sinyal, tugas yang menumpuk hingga nilai IPK yang menurun,”  kata Dwiza Riana  melalui keterangan pers, Selasa (19/1).

Ia menyebutkan, beberapa tips kuliah online efektif agar IPK tidak turun.  Pertama, jangan lupakan kehadiran dan aktif saat kuliah online.

“Ketika kuliah online, kehadiran mahasiswa bisa menunjang nilai. Untuk itu, kehadiran dan keaktifan mahasiswa saat kuliah online dapat mempengaruhi nilai,” ujarnya.

Kedua,  fokus dan pantang menyerah. Menurut Dwiza, kuliah online yang tidak bisa saling tatap muka secara langsung bisa menghambat proses belajar-mengajar. Untuk itu Dwiza menyarankan kepada mahasiswa agar fokus dan pantang menyerah.

“Tips ketiga, harus cepat beradaptasi. Kalau nanti sudah selesai pandemi, era pun akan berubah. Mungkin nanti dimulai dengan blended learning, tetap ada kuliah tatap muka tetapi menjalankan juga kuliah onlinenya seperti apa yang dilakukan oleh kampus STMIK Nusa Mandiri yang bekerja sama dengan Pintaria,”  ujarnya.

Kerja sama tersebut, kata dia, menjadi modal untuk menciptakan layanan pendidikan yang diberikan oleh kampus STMIK Nusa Mandiri agar optimal kepada mahasiswa. Penerapan blended learning dapat memudahkan mahasiswa dengan sistem pembelajaran yang fleksibel.

“Kehadiran Pintaria dapat membantu mahasiswa yang terkendala waktu, biaya dan tempat. Hal itu bisa terpecahkan dengan blended learning yang dapat diakses secara fleksibel,” jelasnya.

Tips keempat yang perlu diterapkan, kata Dwiza,  yakni tidak menunda waktu untuk  mengerjakan tugas dari dosen. Jika diberikan tugas oleh dosen, sebaiknya langsung dikerjakan. Jangan menumpuk tugas tersebut.

“Dan tips kelima yaitu mahasiswa dan dosen perlu saling membangun suasana belajar virtual agar tetap asyik dan tidak membosankan,” katanya.

Tips terakhir ini, Dwiza menyebutkan, koordinasi dengan ketua kelas dan dosen menjadi tips penting dalam menjalani kuliah online.

“Perlu adanya komunikasi antara perwakilan mahasiswa atau ketua kelas bersama dengan dosen agar perkuliahan berjalan lancar dan efektif tanpa kendala yang berarti,” tandasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement