Rabu 20 Jan 2021 22:45 WIB

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Nelayan Wakatobi

Seorang nelayan dilaporkan hilang di perairan Waha, Wakatobi, sepekan lalu.

Tim SAR gabungan menghentikan pencarian nelayan pemanah ikan bernama Arjun (20) yang dilaporkan hilang di perairan Waha, Kecamatan Wangi Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Foto: ilsutrasi)
Foto: Dok Polairud Polda Gorontalo
Tim SAR gabungan menghentikan pencarian nelayan pemanah ikan bernama Arjun (20) yang dilaporkan hilang di perairan Waha, Kecamatan Wangi Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Foto: ilsutrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Tim SAR gabungan menghentikan pencarian nelayan pemanah ikan bernama Arjun (20) yang dilaporkan hilang di perairan Waha, Kecamatan Wangi Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Pimpinan Humas Basarnas Kendari, Wahyudi, di Kendari, Rabu (20/1), mengatakan, pencarian Arjun sudah memasuki hari ke 7 namun belum ditemukan.

"Tidak ada tanda-tanda keberadaan korban sehingga sesuai SOP sudah tujuh hari belum juga menemukan korban maka pencarian dihentikan atau ditutup," kata dia.

Baca Juga

Pencarian terhadap warga Desa Waha, Kecamatan Wangi Wangi itu dapat dibuka kembali bila ada informasi keberadaan korban. Dengan ditutupnya operasi maka personel yang tergabung dalam tim pencarian dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Sejak hari pertama pencarian, tim SAR gabungan secara berangsur memperluas area pencarian yang melibatkan pihak keluarga namun tidak membuahkan hasil.

"Pencarian terus berlanjut sesuai SOP hingga hari ketujuh. Area pencarian pun diperluas dengan harapan menemukan korban dalam keadaan selamat," kata dia.

Arjun dilaporkan hilang tujuh hari lalu saat mencari ikan dengan cara memanah di perairan Waha, Kecamatan Wangi Wangi, Kabupaten Wakatobi. Pencarian berlangsung dalam kondisi cuaca cerah, tinggi gelombang 1,25-2,5 meter dan kecepatan angin 2-25 knot.

Unsur-unsur yang terlibat, personel Pos SAR Wakatobi enam orang, Pos TNI AL Wakatobi satu orang, personel Polair satu orang, dan masyarakat Desa Waha 30 orang. Sedangkan alat utama yang digunakan, yakni RIB satu unit, speedboat satu unit, dan longboat sembilan unit.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement