Kamis 31 Dec 2020 02:10 WIB

Mayoritas Warga Jabar Ingin Bansos Bentuknya Uang Tunai

Bansos tahap IV di Jabar seluruhnya diberikan dalam bentuk uang tunai.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Indira Rezkisari
Petugas memeriksa data diri warga saat penyaluran bantuan sosial (bansos) Provinsi Jawa Barat Tahap ke-IV di Kantor Pos Bandung, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (29/12). Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mendistribusikan bansos sebesar Rp100 ribu dalam bentuk tunai kepada 1.903.383 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) penerima bantuan sosial dan ditargetkan selesai pada Rabu (30/12). Foto: Abdan Syakura/Republika
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Petugas memeriksa data diri warga saat penyaluran bantuan sosial (bansos) Provinsi Jawa Barat Tahap ke-IV di Kantor Pos Bandung, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (29/12). Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mendistribusikan bansos sebesar Rp100 ribu dalam bentuk tunai kepada 1.903.383 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) penerima bantuan sosial dan ditargetkan selesai pada Rabu (30/12). Foto: Abdan Syakura/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menyalurkan bantuan berupa uang tunai pada 2021. Menurut Ketua Divisi Logistik Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa Barat Moh Arifin Soedjayana, mayoritas warga Jawa Barat penerima bantuan sosial (Bansos) mengharapkan bentuk bantuan berupa uang tunai.

 

Baca Juga

Hal itu, menurut Arifin, diketahui saat pihaknya menerima banyak masukan dari warga penerima Bansos tahap III. Saran dan kritik tersebut, disampaikan warga lewat berbagai saluran komunikasi yang dibuka oleh Divisi Logistik.

 

“Saran yang masuk lewat kotak saran maupun Whatsapp dan sosial media tinggi sekali. Mayoritas dari hasil rekapitulasi yang kami susun, terlihat masyarakat meminta Bansos di 2021 tetap ada dan berharap seluruhnya uang tunai,” ujar Arifin di Bandung, Rabu (30/12).

 

Arifin mengatakan saran datang dari ribuan warga penerima bansos dari 27 kabupaten/kota. Dia mencatat tercatat ada 12.949 saran dan masukan dari Kabupaten Bandung, 507 dari warga Kota Bandung, 484 dari Sumedang, 3454 saran dari warga Ciamis, lalu 6.171 masukan dari Bandung Barat, 358 masukan dari Kabupaten Sukabumi.

 

Garut 2821 masukan warga, Kabupaten Tasikmalaya 182 saran, Kota Tasikmalaya 1052, Kabupaten Bogor 3.167, Kabupaten Cirebon 30, Kota Depok 21, Kota Sukabumi 28 masukan, Kuningan 60, Kota Bogor 2989, Indramayu 365, Majalengka 546.

Kemudian Kabupaten Bekasi 150, Cianjur 150, Kota Banjar 6, Pangandaran 150, dan Purwakarta 8 serta Kota Cimahi 20 dan Kota Bandung 29. “Total yang kami rekap ada sekitar 35.867 saran masuk,” katanya.

 

Menurutnya saran yang masuk selain mengharapkan bansos berupa uang tunai sepenuhnya juga didominasi ucapan terima kasih pada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, adapula permintaan bantuan lebih merata, hingga doa agar pandemi Covid-19 segera berlalu. “Banyak juga saran agar kita semua menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

 

Saran dan masukan dari warga, kata dia, sengaja ditampung secara khusus sebagai bentuk catatan dan evaluasi proses penyaluran Bansos yang berjalan sebanyak dua tahap sepanjang 2020 ini. “Jadi apapun saran dan masukan dari warga kami tampung, ini demi perbaikan penyaluran bansos ke depan,” katanya.

 

Jawa Barat menyalurkan bansos pada sekitar 1.900.688 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) penerima. Pada bansos tahap I—III warga diberikan paket sembako dan uang tunai, sementara pada bansos tahap IV sepenuhnya tunai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement