Selasa 29 Dec 2020 23:14 WIB

Angin Kencang Rusak Rumah Warga di Pamekasan

Angin kencang juga putus aliran listrik di Pamekasan, Jawa Timur.

Angin kencang yang melanda Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (29/12), menyebabkan tujuh rumah warga di Desa Pademawu Timur rusak (Foto: ilustrasi)
Foto: Antara/Budi Candra Setya
Angin kencang yang melanda Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (29/12), menyebabkan tujuh rumah warga di Desa Pademawu Timur rusak (Foto: ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN -- Angin kencang yang melanda Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (29/12), menyebabkan tujuh rumah warga di Desa Pademawu Timur rusak. Angin kencang juga memutus aliran listrik di wilayah tersebut.

"Petugas gabungan sudah mendatangi lokasi kejadian, mendata jumlah kerugian dan berkoordinasi dengan petugas PLN, mengingat sebagian jaringan listrik juga dilaporkan putus," kata Supervisor Penanggulangan Bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan BUdi Cahyono, Selasa malam.

Baca Juga

Jenis kerusakan akibat bencana angin kencang itu umumnya atap rumah warga yang berupa asbes dan genteng. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, akan tetapi kerugian materil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut catatan BPBD, angin kencang yang merusak tujuh unit rumah warga di Dusun Mangunan, Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Selasa (29/12) itu merupakan kali kedua. Sebelumnya pada Ahad (27/12), sebuah dapur milik warga di Dusun Banyuayu Timur, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan juga ambruk akibat angin kencang.

"Alhamdulillah kedua kejadian di dua lokasi berbeda itu tidak menimbulkan korban jiwa," kata Budi menjelaskan.

Musibah bencana alam berupa angin kencang, merupakan salah satu jenis bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Pamekasan saat musim hujan seperti sekarang ini. Jenis bencana alam lain yang juga sering terjadi, banjir, dan tanah lonsor.

Banjir biasa terjadi di Kecamatan Kota Pamekasan akibat luapan sungai, sedangkan tanah longsong rawan terjadi di Kecamatan Waru, Pasean, Pakong dan Kecamatan Pegantenan. Sementara itu, terkait musibah angin kencang yang menyebabkan tujuh rumah warga rusak, BPBD Pemkab Pamekasan telah mengevakuasi sebagian penghuninya untuk sementara waktu tinggal di rumah familinya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement