Senin 21 Dec 2020 07:08 WIB

Dosen UBSI Bagikan Tips dan Trik Tes IELTS

Tes IELTS sangat detil dan komprehensif.

Prodi Bahasa Inggris dan Sastra Inggris UBSI menggelar webinar  Tips dan Tricks for Taking the IELTS untuk para dosen UBSI yang akan mengikuti tes IELTS.
Foto: Dok UBSI
Prodi Bahasa Inggris dan Sastra Inggris UBSI menggelar webinar Tips dan Tricks for Taking the IELTS untuk para dosen UBSI yang akan mengikuti tes IELTS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Melanjutkan studi ke luar negeri menjadi keinginan banyak orang. Selain menjadi kebanggaan, studi di luar negeri bisa memberi relasi yang lebih luas dengan cakupan internasional. Namun, ada salah satu syarat wajib yang harus dimiliki jika ingin melanjutkan studi ke luar negeri.

International English Language Testing System (IELTS) menjadi syarat masuk secara akademik yang diterapkan di banyak negara, terutama negara-negara yang penuturnya menggunakan bahasa Inggris. 

Terkait hal itu, Program Studi (Prodi) Bahasa Inggris dan Sastra Inggris, Fakultas Komunikas dan Bahasa, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), menggelar webinar dengan tema "Tips dan Tricks for Taking the IELTS", pada Rabu (16/12).

Kepala Prodi Bahasa dan Sastra Inggris UBSI, Agus Priadi menuturkan, tujuan digelarnya webinar ini  untuk memberi bekal bagi para dosen yang ingin melaksanakan tes IELTS. Menurutnya, tes IELTS harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, karena biaya yang dikeluarkan juga sangat mahal.

"Tujuan kegiatan ini untuk memberi bekal bagi mereka yang ingin melaksanakan tes IELTS. Pelaksanaan tes IELTS ini penting dan berbeda sekali dengan pelaksanaan tes-tes seperti TOEFL atau TOEIC atau TOEP. Tes ini sangat detail dan komprehensif di mana dituntut kesesuaian jawaban dan pentingnya pungtuasi dalam kalimat," kata Agus dalam sambutannya, Rabu (16/12).

Kegiatan yang digelar secara daring via zoom ini, menghadirkan Retno Rahayuningsih. Ia punya segudang pengalaman dalam menangani langsung lulusan-lulusan perguruan tinggi Indonesia yang akan melanjutkan studinya ke negara-negara di Eropa baik program Magister maupun Doktor.

"Jika ingin melanjutkan studi ke negara-negara dengan bahasa penuturnya bahasa Inggris, maka harus punya sertifikat IELTS," kata Retno yang juga sebagai dosen UBSI seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Dalam pemaparannya, Ia menjelaskan bahwa tes IELTS harus dikerjakan dengan teliti dan sungguh-sungguh. Pasalnya para peserta tes harus paham secara menyeluruh mengenai bahasa Inggris.

"Tes IELTS ini sangat detil dan komprehensif, karena selain  bisa berbicara bahasa Inggris juga harus paham tentang holistic dalam bahasa Inggris. Mulai dari speaking, listening, writing dan reading," jelasnya.

Selain memaparkan materi, Retno juga memberi simulasi terkait beberapa tipe dari IELTS. 

"Bagian-bagian dalam tes ini membutuhkan perhatian dan kehati-hatian dalam mengerjakan tes ini terutama untuk bagian writing test dan interview test, sangat butuh perhatian yang khusus," ujar Retno.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement