Rabu 16 Dec 2020 15:40 WIB

PVMBG Evaluasi Status Waspada Gunung Semeru

Gunung Semeru mulai mengalami erupsi.

PVMBG Evaluasi Status Waspada Gunung Semeru. Warga melihat lahar dingin Gunung Semeru di Jembatan Piket Nol, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (12/12/2020). Banjir lahar dingin di Daerah Aliran Sungai (DAS) Gunung Semeru membawa lava panas, mengeluarkan asap dan berbau belerang.
Foto: Antara/Seno
PVMBG Evaluasi Status Waspada Gunung Semeru. Warga melihat lahar dingin Gunung Semeru di Jembatan Piket Nol, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (12/12/2020). Banjir lahar dingin di Daerah Aliran Sungai (DAS) Gunung Semeru membawa lava panas, mengeluarkan asap dan berbau belerang.

REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan melakukan evaluasi terhadap status level II atau waspada Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Tim sudah turun di lapangan dan tim masih melakukan kajian untuk mengevaluasi aktivitas Gunung Semeru," kata Kepala Subbidang Mitigasi Gunung api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani saat dihubungi, Rabu (16/12).

Baca Juga

Menurut dia, ada empat tingkatan aktivitas gunung api di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 15 tahun 2011 yang dibagi menjadi empat yakni level I (normal), level II (waspada), level III (siaga), dan level IV (awas).

Masing-masing tingkat aktivitas untuk setiap gunung api memiliki potensi bahaya yang berbeda-beda yang divisualisasikan dalam peta kawasan rawan bencana (KRB) yang dibagi menjadi tiga zona yakni KRB I, KRB II, dan KRB III.

"PVMBG juga mengeluarkan rekomendasi teknis per tingkat aktivitasnya untuk setiap gunung api, sehingga dapat digunakan oleh masyarakat dan stakeholder terkait sebagai peringatan dini," ujarnya.

Gunung Semeru masih pada level II atau statusnya waspada karena memenuhi kriteria berdasarkan hasil pengamatan secara visual dan instrumental mulai memperlihatkan peningkatan aktivitas dengan terjadinya erupsi atau letusan.

"Ancaman bahaya pada gunung api dengan status waspada berada di sekitar kawah dan ada tiga zona KRB," katanya.

Ia menjelaskan status Gunung Semeru dapat dinaikkan menjadi siaga atau level III apabila memenuhi kriteria bahwa hasil pengamatan visual dan instrumental memperlihatkan peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau gunung api mengalami erupsi.

"Pada status siaga, ancaman bahaya erupsi bisa meluas, namun tidak mengancam permukiman pendduduk dengan luas daerah ancaman berbeda-beda untuk setiap gunung api," ujarnya.

Nia mengatakan erupsi Gunung Semeru terjadi tidak terus-menerus dan statusnya masih pada level II atau waspada, sehingga ada beberapa rekomendasi PVMBG untuk masyarakat di sekitar lereng Gunung Semeru.

Masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 4 km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Masyarakat diimbau menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi dan perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement