Selasa 15 Dec 2020 21:01 WIB

Harga Telur Ayam di Sukabumi Terus Naik

Kenaikan harga ini biasanya dikarenakan naiknya permintaan.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Fuji Pratiwi
Pekerja menata telur ayam ras di salah satu stan di pasar (ilustrasi). Menjelang Natal dan tahun baru, sejumlah bahan pangan seperti telur ayam di pasar tradisional Kota Sukabumi, Jawa Barat terus naik.
Foto: Antara/Moch Asim
Pekerja menata telur ayam ras di salah satu stan di pasar (ilustrasi). Menjelang Natal dan tahun baru, sejumlah bahan pangan seperti telur ayam di pasar tradisional Kota Sukabumi, Jawa Barat terus naik.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Menjelang Natal dan tahun baru, sejumlah bahan pangan seperti telur ayam di pasar tradisional Kota Sukabumi, Jawa Barat terus naik. Hal ini didasarkan pantauan petugas Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi.

''Komoditas sembako seperti telur ayam kembali mengalami kenaikan harga,'' ujar Kasi Pengawasan Barang Strategis Diskopdagrin Kota Sukabumi Rifki kepada Republika, Selasa (15/12).

Baca Juga

Harga telur ayam naik dari Rp 28.000 per kilogram menjadi Rp 29.000 per kilogram. Padahal pada beberapa hari lalu harga telur ayam hanya Rp 26.000 per kilogram. Sehingga terjadi kenaikan harga Rp 3.000 per kilogram dalam sepekan terakhir.

"Kenaikan harga ini biasanya dikarenakan naiknya permintaan warga akan komoditas di akhir tahun," kata Rifki.

 

Sementara harga daging ayam broiler masih Rp 36.000 per kilogram. Harga ini masih bertahan setelah sebelumnya naik dari Rp 35.000 per kilogram. Selain daging dan telur ayam, komoditas lainnya yang harganya tinggi adalah cabai merah besar TW menjadi Rp 56.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 55.000 per kilogram. 

Di sisi lain, sejumlah komoditas lainnya harga tetap stabil. Misalnya harga beras Ciherang Cianjur l Rp 11.500 per kilogram, beras Ciherang Cianjur ll Rp 10.000 per kilogram, dan beras Ciherang Sukabumi Rp 9.400 perkilogram.

Sementara beras premium klas I Rp 12.000 per kilogram dan harga terendah beras Rp 8.500 per kilogram. Harga lainnya yang stabil yakni daging sapi Rp 110.000 per kiogram.

Sayuran kol masih dijual Rp 10.000 per kilogram dan harganya belum turun dari awal Rp 6.000 per kilogram. Selanjutnya lobak dijual seharga Rp 10.000 per kilogram, buncis masih Rp 8.000 per kilogram serta bawang putih Rp 24.000 per kilogram, dan bawang merah Rp 28.000 per kilogram.

Rifki mengatakan, petugas Dinas Kopdagrin terus memantau pergerakan harga barang kebutuhan pokok masyarakat menjelang Natal dan tahun baru. Selain juga untuk memastikan ketersedian sembako di tengah masyarakat.

Salah seorang warga Kota Sukabumi, Suhendar (34 tahun) mengatakan, komoditas telur dan daging ayam sangat dibutuhkan warga. Sehingga kenaikan harga membebani warga. "Kami berharap harga turun kemnbali," kata Suhendra.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement