Senin 30 Nov 2020 23:20 WIB

Pasien Covid-19 di NTT Bertambah 34, Jadi 1.246 Orang

Dinkes NTT menyebut ada tambahan 34 kasus Covid-19 terkonfirmasi

Petugas kesehatan mengambil sampel saat melakukan rapid tes antigen yang dilakukan di UPT Laboratrium Kesehatan NTT di Kota Kupang, NTT, Senin (16/11/2020). Pemerintah NTT mengratiskan rapid tes antigen gratis  bagi ratusan wartawan di Kota Kupang, untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 di kota itu.
Foto: ANTARA/Kornelis Kaha
Petugas kesehatan mengambil sampel saat melakukan rapid tes antigen yang dilakukan di UPT Laboratrium Kesehatan NTT di Kota Kupang, NTT, Senin (16/11/2020). Pemerintah NTT mengratiskan rapid tes antigen gratis bagi ratusan wartawan di Kota Kupang, untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 di kota itu.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebutkan adanya penambahan 34 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sehingga total menjadi 1.246 kasus.

"Hari ini ada 34 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 berasal dari empat kabupaten di NTT," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, David Mandala ketika dihubungi di Kupang, Senin.

Kasus baru yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu tersebar di Kabupaten Manggarai Barat delapan orang terdiri dari tujuh orang perempuan dan satu laki-laki, semuanya dari kluster transmisi lokal.

Sementara itu enam orang dari Kabupaten Flores Timur, yaitu lima orang perempuan dan satu laki-laki, sedangkan Kabupaten Kupang terdapat penambahan dua kasus terkonfirmasi positif COVID-19, semuanya laki-laki dari kluster transmisi lokal.

Selain itu ada 18 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Kupang, yaitu delapan orang perempuan dan 10 orang laki-laki, semuanya dari kluster transmisi lokal.

"Fenomena kasus COVID-19 dari kluster transmisi lokal terus meningkat sehingga perlu adanya kewaspadaan masyarakat di NTT dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19," kata David Mandala.

Ia mengatakan penggunaan masker dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun serta menjaga jarak sangat efektif dalam mencegah penyebaran COVID-19.

Davidmenjelaskan saat ini masih terdapat 525 orang pasien COVID-19 yang dirawat dan menjalani karantina secara mandiri, sementara pasien sembuh mencapai 698 orang dan meninggal dunia 23 orang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement