Ahad 29 Nov 2020 21:27 WIB

Pulihkan Pariwisata, Bupati Klungkung Salurkan Dana Hibah

Sektor pariwisata Bali di sejumlah wilayah terpukul akibat pandemi.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (kedua kanan) didampingi Sekrataris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra (kanan) secara simbolis menyerahkan hibah ke para penyedia akomodasi wisata, di Nusa Penida, Bali.
Foto: Dok. Pkk
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (kedua kanan) didampingi Sekrataris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra (kanan) secara simbolis menyerahkan hibah ke para penyedia akomodasi wisata, di Nusa Penida, Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, BALI -- Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Sekrataris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra menyerahkan stimulus dana hibah ke pelaku pariwisata langkah-langkah untuk pemulihan ekonomi.

“Stimulus dana hibah adalah upaya Pemerinah Kabupaten (Pemkab) Klungkung untuk memberikan bantuan ke akomodasi pariwisata punya izin dan yang taat pajak. Pajak yang sudah dibayar dikembalikan dan digunakan untuk promosi pariwisata, membayar gaji pegawai, menambah sarana dan prasaranannya sesuai protokol kesehatan,” kata Suwirta dalam acara Nusa Penida BISA di Objek Wisata Klingking, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, akhir pekan ini.

Jumlah dana hibah yang diterima Pemkab Klungkung sebesar Rp 9,7 Miliar. Dari jumlah tersebut, 70 persen diberikan untuk pelaku industri pariwisata. Sedangkan sisanya untuk pemerintah daerah dalam program pemulihan ekonomi nasional. Sudah ada 90 hotel dan 30 restoran yang menerima dana hibah pariwisata di Klungkung. Besaran dana hibah yang diberikan bervariasi. Hibah paling tinggi diterima restoran di Pulau Nusa Lembongan mencapai Rp 909.945.409.

“Pariwisata sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19 karena travel warning yang dikeluarkan oleh 59 negara agar tidak berkunjung ke Indonesia. Kami pun melakukan usaha untuk mengatasi masalah tersebut dengan memberikan stimulus dana hibah dan program Nusa Penida BISA,” kata Suwirta. 

Program Nusa Penida BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman), adalah gerakan pelaku pariwisata dalam melaksanakan protokol kesehatan dibidang pariwisata. Dengan demikian Nusa Penida sudah siap menerima kunjungan wisatawan dengan menerapkan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental. Sustainability).

“Program Nusa Penida BISA mengajak pelaku pariwisata untuk menerapkan protokol kesehatan. Kalau pelaku pariwisata sudah taat protokol kesehatan, maka para wisatawannya pun tidak akan ragu untuk berkunjung. Oleh karena itu penting untuk selalu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Siapapun, kapapnpun dan dimanapun wajib menerapkan 3M,” ujar Bupati asal Nusa Ceningan ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement