Kamis 12 Nov 2020 05:31 WIB

Reuni 212, Epidemiolog: Boleh Asal Dibatasi 50 Orang

Epidemiolog menyarankan semua keramaian dicegah selama pandemi

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nashih Nashrullah
Epidemiolog menyarankan semua keramaian dicegah selama pandemi . Suasana aksi reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta, Senin (2/12/2019).
Foto: ARUNA/ANTARA FOTO
Epidemiolog menyarankan semua keramaian dicegah selama pandemi . Suasana aksi reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta, Senin (2/12/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia Dicky Budiman, meminta segala macam kegiatan yang mengundang banyak orang harus dihindari selama pandemi Covid-19. Hal ini berlaku pada rencana reuni Aksi Bela Islam 212 pada 2 Desember mendatang.  

"Apapun segala bentuk keramaian harus dicegah, dihindari dalam situasi (Covid-19) yang belum terkendali," kata Dicky pada Republika.co.id, Rabu (11/11).  

Dicky menilai aksi reuni 212 tetap bisa saja dilaksanakan jika ingin dipaksakan. Namun syaratnya harus mematuhi protokol kesehatan secara ketat mencakup mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak (3M). 

"Kalau pun tetap mau ya dibatasi jumlahnya tidak boleh lebih dari 50 (peserta) misalnya. Itu pun dengan sangat ketat melakukan protokol kesehatan," ujar Dicky. 

 

Di sisi lain, Dicky meminta larangan mengadakan keramaian berlaku untuk semua kegiatan tidak hanya Reuni 212. 

Dia menyayangkan jika pemerintah justru memberi izin pada kegiatan pengundang keramaian lainnya. Hal ini justru menjadi citra buruk bagi pemerintah yang terkesan tidak tegas. 

"Kalau dilihat masih ada demo, acara-acara kegiatan itu karena belum ada sikap tegas dari pemerintah itu sendiri. Misal pemerintah tegas jangan sampai ada keramaian sampai akhir tahun, mau pilkada apapun itu," ucap Dicky.  

Dicky meyakini ketegasan pemerintah akan memperbaiki penanganan Covid-19. Sehingga tidak ada sebagian masyarakat yang iri karena kegiatannya dilarang di saat kegiatan lain diizinkan. 

"Kalau tidak ada (ketegasan) tentu yang lain merasa kenapa kegiatan mereka enggak. Ini sangat berbahaya memperburuk pengendalian pandemi. Ini yang harus diubah, dibangun sinergi dan kesadaran masyarakat," imbau Dicky. 

Sebelumnya, Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menyebut Reuni 212 tahun ini berpeluang besar tetap diselenggarakan meski di tengah ancaman pandemi Covid-19.

Novel menekankan penyelenggaraan Reuni 212 bakal memenuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M).

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement