Selasa 10 Nov 2020 21:19 WIB

Gunung Sinabung Luncurkan Awan Panas 1.500 Meter

Awan panas Gunung Sinabung meluncur ke arah timur tenggara Kabupaten Karo, Sumut.

Awan panas Gunung Sinabung meluncur ke arah timur tenggara Kabupaten Karo, Sumut (Foto: Gunung Sinabung)
Foto: Antara/Tibta Peranginangin
Awan panas Gunung Sinabung meluncur ke arah timur tenggara Kabupaten Karo, Sumut (Foto: Gunung Sinabung)

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (10/11), kembali meluncurkan awan panas guguran (APG). Semburan awan panas meluncur sejauh 1.500 meter ke arah timur tenggara.

Kepala Pos Pemantau Gunung Api Sinabung, Armen Purba, mengatakan, embusan angin juga mengarah ke timur-tenggara Gunung Sinabung. Ia menyebutkan, luncuran awan panas Gunung Sinabung itu diketahui dari hasil pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Baca Juga

"Jumlah guguran 8 (delapan), amplitudo 3-70 mm, durasi 15-73 detik," ujarnya.

Sebelumnya, Gunung Sinabung erupsi Rabu (4/11) sekitar pukul 12.00 WIB meluncurkan awan panas 1.500 meter mengarah ke timur dan tenggara. Selain itu, teramati guguran dengan jarak luncur 500-1000 meter mengarah ke timur dan tenggara.

Gunung Sinabung jelas hingga kabut 0-1. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50-200 meter di atas puncak kawah.Jumlah awan panas guguran 1 (satu), amplitudo 120 mm, durasi 155 detik.

Saat ini, Gunung Sinabung berada pada status Level III (Siaga) dengan rekomendasi warga maupun petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 Km dari Puncak Gunung Sinabung. Selanjutnya radius sektoral 5 Km untuk sektor selatan-timur, dan 4 Km untuk sektor timur-utara.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila ke luar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik, mengamankan sarana air bersih, serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement