Jumat 30 Oct 2020 08:25 WIB

Uu: Pangandaran Juga Punya Potensi Wisata Gunung

Gunung Singkup menyimpan sejarah tentang tokoh Islam setempat yaitu Kiai Abdul Hamid.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat diwawancara di Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (10/7).
Foto: Republika/Bayu Adji P
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat diwawancara di Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (10/7).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Selama ini, Kabupaten Pangandaran di wilayah selatan Jawa Barat (Jabar) dikenal dengan destinasi wisata pantainya. Namun, Wakil Gubernur (Wagub) Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Pangandaran juga punya potensi wisata gunung. 

Salah satunya di Desa Bojongkondang, Kecamatan Langkaplancar yang merupakan kawasan perbukitan dekat dengan Gunung Singkup, gunung yang juga menyimpan sejarah tentang tokoh Islam setempat yaitu Kiai Abdul Hamid. 

"Untuk diketahui, wilayah Pangandaran tidak hanya wisata bahari, pesisir, tapi juga jabali (pegunungan) pun punya potensi," ujar Uu saat meninjau langsung kawasan hutan di Desa Bojongkondang, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Kamis petang (29/10). 

Dari atas bukit,kata dia, pengunjung akan disajikan panorama deretan gunung dan pepohonan hijau yang rimbun serta udara yang sejuk. Kang Uu yakin jika potensi wisata gunung di Pangandaran akan dinikmati para wisatawan. 

Desa Bojongkondang pun rencananya dikembangkan menjadi salah satu Desa Wisata di Jabar. Meski begitu, Kang Uu menegaskan bahwa fungsi konservasi atau ekologi harus diperhatikan, terutama di kawasan hutan. 

Selain itu, fungsi ekonomi juga harus didorong melalui kolaborasi pengelolaan kawasan yang bekerja sama dengan masyarakat sehingga memberikan multiplier effect bagi kelestarian kawasan sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat setempat. 

"Daerah ini disebut pengembangan wisata konservasi juga hutan produksi. Meski begitu tetap ada titik-titik hutan lindungnya," kata Uu. 

Melalui Desa Wisata, Uu berharap, ekonomi masyarakat akan berkembang, sehingga mengurangi ketimpangan ekonom. "Orang datang banyak, wisatawan melimpah, belanja, masyarakat bisa meningkatkan ekonominya," katanya. 

Pada tinjauan kali ini,  Uu juga berdiskusi dengan tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, kepala desa, hingga tokoh masyarakat guna menyerap aspirasi mereka terkait pengembangan Langkaplancar sebagai kawasan Desa Wisata. 

Menurut Uu, masyarakat sekitar menyambut baik pengembangan Desa Wisata ini. Masyarakat sekitar pun sadar akan fungsi konservasi alam. 

"Mereka meminta tetap pelihara hutan pohon besar agar jangan ditebang. Mereka mendukung Desa Wisata, asalkan kelestarian alam tetap harus dijaga," kata Uu. 

Sementara itu, Pjs Bupati Pangandaran Dani Ramdan mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran memiliki cita-cita untuk menjadikan wilayahnya sebagai destinasi wisata kelas dunia. 

"Tapi saat ini mayoritas wisatawan masih fokus di wisata pesisir, sekarang sudah mulai merambah sungai dan gua, gunung mulai kita gali potensinya," kata Dani. 

Harapannya, dengan semakin banyak destinasi wisata, wisatawan akan memiliki banyak pilihan lokasi wisata sehingga bisa memperpanjang durasi berlibur di Kabupaten Pangandaran.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement