Jumat 09 Oct 2020 09:33 WIB

20 Halte Transjakarta Rusak Akibat Demo Tolak UU Cipta Kerja

Kerugian yang dialami akibat perusakan halte bus Transjakarta capai Rp 55 miliar

Rep: Flori Sidebang/ Red: Esthi Maharani
Suasana halte Transjakarta Bundaran HI yang dibakar di Jakarta, Kamis (8/10).
Foto: Republika/Putra M.Akbar
Suasana halte Transjakarta Bundaran HI yang dibakar di Jakarta, Kamis (8/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap berbagai fasilitas umum yang rusak akibat ricuh demo tolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10) sore. Anies menyebut, saat ini fasilitas umum yang paling terdampak adalah halte bus Transjakarta.

"Sejauh ini fasilitas umum yang paling banyak terdampak adalah halte bus, total ada sekitar 20 halte (rusak). Semuanya diidentifikasi (fasilitas umum yang rusak). Insya Allah, sore ini semuanya selesai diidentifikasi lalu kita segera akan perbaiki," kata Anies saat melakukan peninjauan di Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat, Jumat (9/10) pagi.

Meski demikian, Anies tidak menjelaskan secara rinci halte mana saja yang rusak akibat kericuhan kemarin. Dia hanya menyebut, total kerugian yang dialami akibat perusakan halte bus Transjakarta mencapai Rp 55 miliar.

"Halte saja diperkirakan nilainya Rp 55 miliar," ujar dia.

Meski halte bus Transjakarta mengalami kerusakan, Anies menuturkan, operasional bus Koridor 1 sudah dapat beroperasi kembali sehingga masyarakat dapat melakukan aktifitas seperti semula.

"Bisa. Operasi tetap jalan terus, tapi mereka memanfaatkan sisi seberang dari halte. Jadi nanti bus yang digunakan adalah bus yang ada pintu masuknya rendah, sehingga warga tetap bisa menggunakan Koridor 1," paparnya.

"Hari ini akan dilakukan review atas kerusakannya. Nanti sesegera mungkin kita susun langkahnya, tapi kita ingin (halte) ini berfungsi cepat, seperti juga kebersihan. Insya Allah sebelum siang semuanya kita selesaikan, jadi warga Jakarta bisa beraktivitas seperti semula," sambung dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement