Senin 05 Oct 2020 21:05 WIB

Banjir Rendam Permukiman dan Lahan Pertanian Mentaya Hilir

Banjir merendam permukiman dan lahan pertanian di Kotawaringin Timur, Kalteng.

Banjir merendam permukiman dan lahan pertanian di Kotawaringin Timur, Kalteng (Foto: ilustrasi banjir)
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Banjir merendam permukiman dan lahan pertanian di Kotawaringin Timur, Kalteng (Foto: ilustrasi banjir)

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPIT -- Banjir di kawasan utara atau hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), berangsur surut. Namun, kini kawasan selatan atau pesisir yang dilanda banjir yang mulai merendam kawasan permukiman dan lahan pertanian warga.

"Banjir yang terjadi di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan ini cenderung meningkat meskipun tidak ada hujan. Mungkin ini air kiriman dari kawasan hutan dan hulu yang turun ke kawasan kota sehingga menyebabkan banjir," kata Supriadi, warga Samuda Kota, Senin (5/10).

Baca Juga

Supriadi menjelaskan, kawasan yang saat ini terendam banjir diantaranya Kelurahan Samuda Kota dan Basirih Hilir. Selain itu, ada sejumlah desa yang juga terdampak banjir, di antaranya Desa Handil Sohor

Ketinggian banjir yang merendam kawasan bantaran Sungai Mentaya itu bervariasi. Namun, kini banjir tidak hanya merendam jalan dan pekarangan rumah, tetapi sudah ada beberapa rumah warga yang mulai terendam banjir.

Warga mulai waswas karena khawatir banjir bertambah parah. Sebagian warga memilih memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terendam air jika banjir sampai merendam rumah mereka.

"Ada beberapa lokasi yang banjirnya sudah masuk ke dalam rumah. Yang terendam banjir tidak hanya rumah warga, tetapi juga tanaman petani," kataSupriadi.

Camat Mentaya Hilir Selatan, Syahrial, mengatakan, banjir tersebut terjadi sejak Sabtu (3/10) dan hampir menggenangi seluruh desa di kecamatan itu. Hari ini banjir cenderung meluas.

"Memang sering terjadi banjir, tapi banjir saat ini lebih parah dari biasanya. Rumah warga juga sudah ada yang terendam, tapi belum ada warga yang sampai mengungsi. Halaman kantor kecamatan pun terendam banjir," ujar Syahrial.

Menurutnya, banjir juga dipengaruhi kondisi pasang air laut dan sungai sehingga meluap merendam permukiman. Dia berharap banjir ini tidak sampai lama dan segera surut sehingga aktivitas masyarakat tidak sampai terganggu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement