Sabtu 05 Sep 2020 02:20 WIB

Disdik Jabar Akurasi Data Siswa Penerima Bantuan Kuota

Akurasi pendataan dilakukan untuk siswa di Garut apakah memiliki HP atau tidak.

Sejumlah siswa belajar daring dengan menggunakan gawai tablet seusai menerima bantuan kuota internet (ilustrasi)
Foto: ANTARA/M Agung Rajasa
Sejumlah siswa belajar daring dengan menggunakan gawai tablet seusai menerima bantuan kuota internet (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,GARUT -- Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melakukan akurasi data siswa penerima bantuan kuota di Kabupaten Garut. Akurasi data untuk memastikan siswa memiliki telepon seluler, dan rumahnya berada dalam jaringan internet, sehingga bantuan bermanfaat bagi siswa di tengah wabah Covid-19.

"Pendataan ini untuk mengetahui kondisi siswa, jangan sampai sinyal tak ada, HP (handphone) tak ada, bantuan itu jadi sia-sia," kata Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jabar Wilayah XI Kabupaten Garut, Asep Sudarsonodi Garut, Jumat(4/9).

Baca Juga

Ia menuturkan, pemerintah provinsi siap merealisasikan bantuan kuota internet kerja sama dengan Telkomsel untuk menunjang kegiatan belajar mengajar siswa tingkat SMA/SMK secara daring di tengah pandemi Covid-19. Namun bantuan itu, kata dia, belum dapat direalisasikan langsung kepada siswa maupun orang tua siswa, karena harus dipastikan terlebih dahulu kondisi di lapangannya, terutama kepemilikan telepon seluler yang kemungkinan masih ada siswa tidak memilikinya.

"Kalau ada siswa yang tak punya, kita delegasikan ke orang tua, kalau dua-duanya tak punya, kita akan coba bekerjasama dengan pihak ketiga untuk memudahkan siswa memiliki handphone," katanya.

 

Ia menyampaikan, Disdik Jabar saat ini telah menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk melakukan pendataan kepemilikan telepon seluler siswa sehingga bantuan kuota dari pemerintah bisa disalurkan.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya memeriksa langsung kondisi daerah tempat tinggal siswa untuk memastikan terjangkau oleh jaringan internet, sehingga bantuan kuota itu bisa dimanfaatkan siswa."Tidak hanya HP, jangkauan sinyal di rumahnya juga kita cek," katanya.

Ia berharap pelaksanaan pendataan di lapangan itu dapat selesai dalam sepekan, sehingga siswa dapat memanfaatkan bantuan kuota internet untuk kegiatan belajar mengajar jarak jauh. Setelah pendataan selesai, kata dia, pemerintah akan membagikan kartu perdana dari Telkomsel yang bisa diambil oleh pihak sekolah, untuk selanjutnya dibagikan kepada siswa.

"Nanti pihak sekolah disuruh datang ke kantor KCD Pendidikan Garut untuk mengambil bantuan kartu perdana," kata Asep.

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement