Jumat 28 Aug 2020 18:00 WIB

Ini Cerita Ridwan Kamil Saat Disuntik Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil diimbau tak banyak melakukan kegiatan ke luar daerah

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Esthi Maharani
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukkan bekas suntikan vaksin usai menjalani kunjungan tahap kedua Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Jumat (28/8). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kepala Kejati Jabar Ade Eddy Adhyaksa menjalani tahap kedua uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 berupa penyuntikan vaksin. Foto: Abdan Syakura/Republika
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukkan bekas suntikan vaksin usai menjalani kunjungan tahap kedua Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Jumat (28/8). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kepala Kejati Jabar Ade Eddy Adhyaksa menjalani tahap kedua uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 berupa penyuntikan vaksin. Foto: Abdan Syakura/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, bersama Pangdam/III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi kembali melakukan rangkaian tahap II sebagai relawan uji klinis vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Jumat (28/8)

"Alhamdulillah saya bersama Kapolda, Pangdam dan Kejati Forkompinda selama 2 jam tadi prosesnya dari jam 13.00 WIB melaksanakan pengetasan vaksin," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Menurut Emil, pihaknya melakukan pengetesan yang sangat ketat. Misalnya dicek tensi darah dan dilakukan rapid test kembali. Setelah diketahui hasil dari rapid test, baru dilakukan penyuntikan vaksin.

"Nah kalau tak reaktif saat rapid tes maka berikutnya baru penyuntikan vaksin. Kami semua disuntik. Saya disebelah kiri dan Kejati Kapolda di sebelah kanan," katanya.

Emil mengatakan, keempat Forkompinda harus rutin mengisi formulir setiap hari. Dalam 14 hari ke depan, Emil pun akan kembali ke puskesmas untuk tahapan berikutnya.

"Nanti 14 hari lagi kami akan menyuntik untuk ke dua kalinya karena, vaksin ini prosesnya harus 2 kali," katanya.

Ia mengatakan diimbau oleh tim doketer untuk tidak banyak melakukan kegiatan ke daerah di luar Bandung. Hal ini dikarenakan para relawan perlu dipantau perkembangannya.

"Kami harus siap sedia saat dibutuhkan makanya relawan harus berdomisili di Bandung Raya," paparnya.

Emil berharap, masyarakat bisa tenang dan melihat proses uji vaksin ini aman. Emil mengaku, sangat bahagia karena kebersamaan masyarakat dan pemimpin sangat kompak dalam proses testing vaksin covid-19 ini.

"Semua bersama-sama bisa memberi kesaksian langsung," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement