Jumat 28 Aug 2020 02:00 WIB

Satgas: Selain ke Bioskop, Ada Cara Lebih Mudah Jaga Imun

Mengatur asupan gizi dan olahraga dapat menjaga imun tubuh.

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolandha
Seorang pria membersihkan bioskop sebelum pemutaran film di bioskop CGR di Cagnes-sur-Mer, Prancis.
Foto: EPA-EFE / SEBASTIEN NOGIER
Seorang pria membersihkan bioskop sebelum pemutaran film di bioskop CGR di Cagnes-sur-Mer, Prancis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satgas Penanganan Covid-19 Nasional mengingatkan bahwa ada banyak cara untuk meningkatkan imunitas tubuh, demi terhindar dari infeksi virus corona. Belakangan, muncul wacana pembukaan bioskop agar masyarakat bisa mendapatkan hiburan. Hiburan inilah yang kemudian disebut-sebut mampu meningkatkan imunitas tubuh masyarakat.

Tapi selain menonton bioskop, masih ada jurus lain yang bahkan lebih mudah untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan, yang penting untuk dilakukan adalah istirahat yang cukup, menjaga asupan gizi yang seimbang, dan berolahraga secara cukup.

"Sehingga betul-betul imunitas dalam tubuh dalam kondisi maksimal. Tentunya kondisi ini ditambah dengan kesehatan mental dan tidak stres. Itu akan menjaga imunitas dan banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan. Bukan hanya menonton di bioskop tapi juga bisa menonton film di rumah dan melakukan aktivitas lain," ujar Wiku dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Kamis (27/8).  

Namun di luar itu semua, Satgas Penanganan Covid-19 Nasional memang menyerahkan keputusan membuka bioskop kepada pemerintah daerah dan satgas di masing-masing daerah. Syaratnya, berbagai tahapan perlu dilakukan termasuk prakondisi dan memastikan protokol kesehatan benar-benar dijalankan.

Isu soal imunitas tubuh ini menjadi hangat setelah muncul rencana pembukaan bioskop. Wiku menjelaskan, imunitas adalah bentuk ketahanan tubuh terhadap penyakit. Kondisi jiwa yang bahagia, menurutnya, mempunyai potensi untuk meningkatkan atau menurunkan tingkat stres yang ada pada tubuh.

"Dan biasanya stres ini memicu ketidakteraturan respons imun pada tubuh dan biasanya akan menghambat kinerja sel darah putih terhadap bakteri dan virus sehingga menjadi rentan terjadinya infeksi," kata Wiku.

Pada kesempatan yang sama, Wiku juga sempat menyebutkan bahwa isu pembukaan bioskop di DKI Jakarta sebenarnya masih sebatas rencana. Kebijakan ini masih dalam tahap konsultasi antara pemprov dengan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.

"Sudah hampir sebulan, pemerintah DKI melakukan kajian. Tim pakar juga melakukan kajian terhadap kemungkinan bioskop dibuka. Karena pertimbangkan selain aspek kesehatan, juga pertimbangkan aspek sosial dan ekonomi," kata Wiku.

Satgas pusat juga sudah menyusun sejumlah protokol kesehatan yang perlu dijalankan di bioskop apabila benar-benar dibuka. Beberapa syarat yang harus dijalankan pihak pengelola dan pengunjung antara lain, pertama, perlunya melakukan screening usia dan kesehatan.

"Jadi tidak semua usia boleh ke bioskop karena potensinya. maka disarankan hanya yang berusia di atas 12 tahun dan di bawah 60 tahun, tanpa gejala dan tanpa penyakit penyerta atau komordbid," katanya.

Kedua, kapasitas harus dibatasi maksimum 50 persen. Kemudian, penerapan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sejak dari pintu masuk bioskop sampai keluar, serta ticketing tidak dilakukan secara face to face tapi menggunakan online.

Pihak bioskop juga diminta menutup game arcade apabila ada, untuk menutup penularan di situ. Pihak pengelola juga harus menyediakan alat pengukur suhu tubuh dan menentukan menentukan pintu masuk dan keluar yang berbeda untuk pengunjung. Kemudian, pengelola harus menyediakan fasilitas cuci tangan, di toilet dan di pintu masuk.

"Penyediaan APD khususnya pengunjung harus menggunakan masker setara dengan masker bedah atau medis, atau lebih. Petugas juga harus menggunakan masker dan face shield," kata Wiku.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement