Ahad 23 Aug 2020 23:37 WIB

Pemerintah Pusat Bangun 300 Homestay di Bunaken

Baru 32 unit "homestay" dari target sebanyak 300 unit di wilayah ini yang dibangun.

 Pemerintah Pusat Bangun 300 Homestay di Bunaken. Kawasan transit di Bunaken, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (17/12).
Foto: Republika/Edi Yusuf
Pemerintah Pusat Bangun 300 Homestay di Bunaken. Kawasan transit di Bunaken, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (17/12).

REPUBLIKA.CO.ID,MANADO -- Pemerintah membangun sebanyak 300 "homestay" di kawasan Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara. Hal ini dikatakan Gubernur Olly Dondokambey.

"Pembangunan rumah swadaya untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Manado-Likupang ini menjadi bukti besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pariwisata Sulut," sebut Gubernur Olly di Manado, Ahad (23/8).

Gubernur Olly saat menyerahkan bantuan rumah swadaya pariwisata untuk warga di Kelurahan Bunaken, Kecamatan Bunaken Kepulauan, Kota Manado, mengatakan bantuan tersebut berawal dari pertemuan dirinya bersama dengan Presiden Joko Widodo di Sulut beberapa waktu lalu.

Saat itu, Gubernur mengusulkan kepada Jokowi soal pembangunan "homestay" di kawasan pariwisata. “Jadi begini Pak Presiden, di Kementerian PUPR ada Dirjen Perumahan, bagaimana sekali-sekali buat program bantu daerah pariwisata dengan program 'homestay'-nya. Ternyata Pak Presiden buat program ini," cerita Gubernur saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Program ini, lanjut dia, belum seluruhnya dilakukan di Indonesia, baru di Sulut. "Kalau program bantu rumah-rumah banyak, seluruh Indonesia ada, tapi khusus 'homestay' baru ada di Sulut,” katanya.

Olly juga memuji komitmen dan perhatian Jokowi untuk membangun sektor pariwisata Sulut. “Makanya di Bunaken ini kita membawa Pak Presiden, walaupun cuma melihat dari pelabuhan dermaga situ, Pak Presiden tahu apa yang maksud, dan ini hebat kita punya Pak Presiden apa yang dibicarakan pasti dilaksanakan, salah satu ini, rumah buat 'homestay'," sebut Gubernur.

Saat ini, lanjut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu, baru 32 unit "homestay" dari target sebanyak 300 unit di wilayah ini yang dibangun. "Harapannya supaya masyarakat bisa menikmati secara langsung pariwisata kalau ada 'homestay', dan keberadaannya dapat meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar tempat wisata. Jadi torang dorong pertama torang perbaiki semua rumah-rumah yang ada di Bunaken ini supaya paling tidak ada dua kamar, bisa digukanan untuk sewa ketika turis-turis datang ke Sulut," lanjutnya.

Pada pekan lalu, dirinya sudah menandatangani surat dibukanya Taman Nasional Bunaken untuk wisatawan dan suratnya sudah dikirimkan ke kepala Balai Taman Nasional Bunaken.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement