Jumat 14 Aug 2020 08:32 WIB

Pos Polisi Volker di Tanjung Priok Direnovasi

Renovasi pos polisi legendaris di Jalan RE Martadinata ini menggandeng PT Jakpro.

Rep: Muhamad Ubaidillah/ Red: Erik Purnama Putra
Denah renovasi Pos Polisi Volker di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakut, Kamis (13/8).
Foto: Muhamad Ubaidillah
Denah renovasi Pos Polisi Volker di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakut, Kamis (13/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polres Metro Jakarta Utara (Polrestro Jakut) akan mengaktifkan kembali Pos Polisi Volker yang terletak di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakut. Pos yang sudah tidak aktif sejak 1969 itu akan direvitalisasi dengan menggandeng perusahaan.

Kapolres Metro Jakut, Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, kondisi Pos Polisi Volker saat ini sangat memprihatinkan. Sehingga pos polisi legendaris itu perlu direnovasi dengan tampilan baru. Pasalnya, suasana Jalan RE Martadinata yang tak jauh dari Pos Polisi Volker itu sangat ramai pada siang hari. Namun pada malam hari kondisinya sepi sehingga memunculkan angka kriminalitasnya tinggi.

"Pembangunan Pos Velkor ini seperti yang kita tahu bahwa daerah ini cukup rawan kriminalitas. Jalanan cukup ramai saat pagi siang dan pagi hari, namun malam hari cukup sepi dan itu meningkatkan potensi gangguan Kamtibmas," kata Budhi di Jakarta Utara pada Kamis (13/8).

Budhi berharap, dengan diaktifkannya kembali Pos Polisi Volker dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Sehingga keamanan dan ketertiban dapat terus terjaga.

 

Dalam proses renovasi pos seluas 12x16 meter ini, Polrestro Jakut menggandeng PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Menurut Budhi, target renovasi dapat rampung sebelum akhir 2020.

Perwakilan pihak PT Jakpro, Rustandi Rozali menjelaskan, tahap awal renovasi berupa penimbunan tanah dilakukan terlebih dahulu, karena daerah sekitarnya cukup rendah. Menurut dia, rencana awal penimbunan berlangsung selama satu bulan, karena dikhawatirkan kawasan tersebut terjadi penurunan tanah ke depanya.

"Secara total luas lahan 16x12 meter, nanti bangunan 6x12. Kita usahakan tiga sampai empat bukan selesai," kata Rustandi, Kamis (13/8).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement