Kamis 13 Aug 2020 23:06 WIB

Warga Bandar Lampung Kurang Antusias Rapid Test Massal

Beberapa warga di Bandar Lampung mengaku khawatir dengan rapid test.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Yudha Manggala P Putra
Petugas kesehatan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19 di ruang layanan Poli COVID di RSUD dr. Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (7/8/2020). RSUD dr. Iskak melayani permintaan tes cepat (rapid test) maupun tes usap (swab test) gratis kepada warganya yang membutuhkan surat keterangan sehat COVID-19 untuk keperluan pekerjaan, sekolah maupun acara bepergian ke luar kota atau luar negeri.
Foto: ANTARA /Destyan Sujarwoko
Petugas kesehatan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19 di ruang layanan Poli COVID di RSUD dr. Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (7/8/2020). RSUD dr. Iskak melayani permintaan tes cepat (rapid test) maupun tes usap (swab test) gratis kepada warganya yang membutuhkan surat keterangan sehat COVID-19 untuk keperluan pekerjaan, sekolah maupun acara bepergian ke luar kota atau luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Pemkot Bandar Lampung melalui Gugus Tugas Covid-19 menggelar rapid test massal di empat titik dalam kota, Kamis (13/8). Namun, meski gratis, pemeriksaan kurang disambut antusias warga.

Pemkot menggelar tes cepat massal ini di di Pasar Bambu Kuning/Pasar SMEP, Pasar Induk Tamin, Pasar Wayhalim, dan Teminal Kemiling. Berdasarkan pantauan Republika.co.id di Pasar Tamin misalnya, kursi-kursi yang disiapkan petugas cenderung kosong sejak pagi hingga siang. Tidak ramai pedagang maupun pengunjung pasar yang datang memeriksakan diri.

Hanya ada beberapa pedagang dan pengunjung yang memeriksakan diri di hadapan petugas berpakaian lengkap dan aparat keamanan. Tidak terlihat adanya antrean panjang.

Kurangnya antusias ini karena beberapa alasan. Salah satunya adalah kekhawatiran hasil pemeriksaan berbeda dengan harapan.

“Kan, tidak dipaksa. Jadi, yang mau saja, silahkan periksa. Kalau yang tidak mau dan khawatir hasilnya, seperti saya. Saya tidak mau,” kata Wawan, salah seorang penjaga parkir di Pasar Tamin.

Hal sama terpantau di Pasar Bambu Kuning/Pasar SMEP dan juga Teminal Kemiling. Posko yang didirikan tampak lengang. Pemeriksaan rapid test tidak mengantre apalagi sampai menunggu lama di tempatnya. Warga yang memeriksaan diri langsung dilayani, sehingga memakan waktu sebentar.

Beberapa pedagang dan pengunjung pasar dan terminal mengaku tidak tahu akan ada posko pemeriksaan rapid test gratis hari itu. Masyarakat baru mengetahuinya setelah ada pengumuman dari petugas posko saat itu juga.

Sebagian warga ada yang rela datang ke posko memeriksan kesehatannya, dan sebagian lagi banyak yang takut. Mereka ketakutan karena bila hasilnya tidak sesuai lalu dilakukan pemeriksaan lanjutan, dan harus dirawat. “Saya tidak berani. Kalau hasilnya lain jadi repot. Padahal, saya sehat-sehat saja,” tutur Wati, pengunjung Terminal Kemiling.

Keterangan yang diperoleh di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung menyatakan, jumlah peserta rapid test di empat titik dalam Kota Bandar Lampung tersebut 600 orang. Dua orang di antaranya dinyatakan reaktif dari hasil pemeriksaan di Terminal Kemiling dan Bambu Kuning.

Kedua orang tersebut segera dilakukan isolasi mandiri sembari menunggu perkembangan kesehatannya. Bila memungkinkan akan diambil  swab yang akan diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Lampung. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement