Rabu 12 Aug 2020 17:42 WIB

Pemkot Bekasi Klaim Alat Tes Usap Cukup Hingga Akhir Tahun

Bekasi memiliki 70 ribu alat rapid test dan 14 ribu alat tes usap.

Petugas kesehatan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19. ilustrasi
Foto: ANTARA /Destyan Sujarwoko
Petugas kesehatan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat mengklaim memiliki stok hingga 70 ribu alat tes cepat COVID-19. Pemkot juga mengklaim memiliki 14.000 alat tes usap yang diyakini cukup untuk digunakan hingga akhir tahun ini.

"Semua alat itu masih aman sampai Desember 2020," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Rabu (12/8).

Baca Juga

Menurut dia pemerintah menyimpan alat sebanyak itu karena menganggap satu orang bisa membutuhkan empat hingga lima, terutama alat usap.

"Sementara alat tes cepat hanya dipakai untuk melacak interaksi kasus dan memenuhi kebutuhan masyarakat," ucapnya.

Rahmat mengatakan transmisi virus corona di wilayahnya masih terus terjadi. Dia tidak menampik jika melihat perkembangan kasus yang ada, wilayahnya berpotensi menjadi penyumbang kasus tertinggi di Jawa Barat.

Berdasarkan data yang tercantum di situs corona.bekasikota.go.id mencatat kasus akumulasi terkonfirmasi sebanyak 626 dengan total kasus aktif saat ini 25 orang.

"Interaksi transmisinya berjalan terus, angka kematiannya tidak ada, kesembuhannya tinggi dan fasilitasnya tersedia," kata dia.

Rahmat juga telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh rumah sakit di Kota Bekasi agar dapat merawat pasien COVID-19. Dengan adanya instruksi tersebut kini pasien terkonfirmasi tidak perlu lagi berpindah rawat dari rumah sakit awal masuk ke rumah sakit rujukan.

"Sepanjang fasilitas untuk isolasinya tersedia. Jadi tidak perlu dirujuk ke rumah sakit tertentu lagi sekarang," kata Rahmat.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement