Selasa 04 Aug 2020 23:32 WIB

17 Warga Bantul Sembuh dari Covid-19 Tanpa Tambahan Pasien

Bantul terus mengalami pertumbuhan tertinggi sembuh dari Covid-19

Umat muslim menjalankan ibadah shalat Iedul Adha di Masjid Jami Maulana Maghribi, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Jumat (31/7). Warga Parangtritis kini menjalankan ibadah shalat Ied dari masjid desa setempat imbas pandemi Covid-19. Biasanya mereka menjalankan shalat Ied di gumuk bpasir Parangkusumo.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Umat muslim menjalankan ibadah shalat Iedul Adha di Masjid Jami Maulana Maghribi, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Jumat (31/7). Warga Parangtritis kini menjalankan ibadah shalat Ied dari masjid desa setempat imbas pandemi Covid-19. Biasanya mereka menjalankan shalat Ied di gumuk bpasir Parangkusumo.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan tidak ada tambahan kasus konfirmasi positif virus corona di daerah itu dalam 24 jam terakhir, dan pasien sembuh dilaporkan sebanyak 17 orang.

"Informasi hari ini (4/8), tidak ada penambahan pasien positif, (namun) pasien sembuh yang berjumlah 17 orang," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa dalam keterangan resmi di Bantul, Selasa (4/8) malam.

Sri Wahyu yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul tidak merinci pasien yang sembuh tersebut, namun angka kesembuhan pada Selasa (4/8) ini merupakan tertinggi dibanding kesembuhan harian di Bantul selama ini.

Dengan tambahan pasien sembuh itu, maka jumlah kesembuhan di Bantul selama empat hari pada periode Agustus berjumlah 40 orang, dengan rincian tujuh pasien dinyatakan sembuh pada 1 Agustus, kemudian empat pasien sembuh pada 2 Agustus dan 12 pasien sembuh pada 3 Agustus.

Dengan demikian, total angka pasien sembuh dari COVID-19 di Bantul sejak awal hingga 4 Agustus 163 orang dari total kasus konfirmasi positif sebanyak 252 orang, sementara kasus positif meninggal enam orang, sehingga pasien corona yang masih rawat inap berjumlah 83 orang.

Dari 83 pasien positif itu, tiga kecamatan asal atau domisili pasien terbanyak adalah Kasihan berjumlah 14 orang, Sewon berjumlah 13 orang dan Kecamatan Banguntapan berjumlah 12 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Bantul juga menyatakan bahwa seluruh kabupaten/kota di DIY sudah masuk transmisi lokal, dan ini menjadikan upaya tracingdantraking riwayat perjalanan dari seseorang yang ditemukan positif COVID-19 menjadi lebih sulit untuk menyatakan bahwa dia berasal dari luar daerah.

"Untuk itu guna mengendalikan agar wabah COVID-19 tidak semakin meluas, perlu kita tekankan protokol kesehatan yang sudah ada dan sudah kita sampaikan itu harus benar-benar dijalankan secara disiplin di masyarakat," kata dokter Okky, sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santosa

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement