Selasa 28 Jul 2020 15:33 WIB

Tes Swab di Mataram Ditunda karena Pedagang Takut

Rencana tes swab membuat pedagang takut dan tak berjualan

Suasana di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, NTB, Selasa (7/4).
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Suasana di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, NTB, Selasa (7/4).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM  - Kegiatan tes usap (swab) Covid-19 massal bagi pedagang di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram pada Selasa (28/7), ditunda karena pedagang resah dan takut.

"Penundaannya sampai kapan, masih kita koordinasikan dan sinergikan dengan program Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram," kata Kepala Dinas Komunikasi dan informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa.

Kepala Pasar Kebon Roek Malwi mengatakan rencana kegiatan uji usap Covid-19 massal itu membuat para pedagang tak berjualan.

"Jumlah pedagang dan pembeli yang datang ke pasar turun hingga 50 persen," katanya.

Ia mengatakan pada pedagang tak keberatan untuk rapid test. Apalagi rapid test pernah dilakukan sebelumnya. Namun, hal ini berbeda jika tes yang dilakukan adalah tes swab atau tes usap.

"Tapi kalau usap, pedagang tidak mau karena merasa takut karena usap itu dilakukan dengan memasukkan alat dari hidung hingga pangkal tenggorokan," katanya.

Dengan adanya penundaan itu, pihaknya bersama TNI/Polri yang melakukan pengawasan di Pasar Kebon Roek, langsung menginformasikan pedagang melalui pengeras suara.

"Para pedagang menyambut gembira dan bersorak senang terhadap penundaan usapan tersebut," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement