Ahad 26 Jul 2020 00:26 WIB

Ekowisata Mangrove Medokan Sawah Surabaya Tambah Wahana Baru

Wahana baru ini bisa digunakan oleh warga untuk berswafoto.

Tanaman mangrove. ilustrasi
Foto: Thoudy Badai
Tanaman mangrove. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ekowisata Mangrove yang berlokasi di Kelurahan Medokan Sawah, Kecamatan Rungkut, Surabaya menambah wahana baru. Wahana baru ini bisa digunakan oleh warga untuk berswafoto.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati mengatakan wahana baru yang berada di samping bozem Medokan Sawah itu dibuat dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang tidak terpakai.

Baca Juga

"Pembuatannya dengan memanfaatkan beberapa barang bekas yang tidak terpakai seperti bekas pipa pompa air, paving, kayu, hingga tiang PJU (Penerangan Jalan Umum) yang telah rusak," katanya, Sabtu (25/7).

Menurut dia, berbagai barang bekas itu diubah menjadi benda-benda yang bermanfaat seperti bekas pipa dari rumah pompa dicat lalu dibentuk menjadi bermacam-macam pot bunga. Beberapa kursi dan meja lengkap dengan vas bunga ditata berjajar di sepanjang wahana itu.

Selain itu pula, di lokasi itu juga dilengkapi dengan beberapa gazebo yang nyaman digunakan untuk beristirahat. "Di situ juga ada banyak gazebo, kebetulan gazebo itu hasil sumbangan, kemudian ada juga bantuan perahu," ujar Erna.

Sejak dibangun satu tahun yang lalu, beberapa tanaman mulai berbunga. Hal ini tentu semakin menambah estetika kecantikan kawasan itu sehingga menjadi magnet wisata baru bagi masyarakat.

"Banyak masyarakat yang datang. Terus, tambaknyajuga banyak. Kita buatkan jembatan yang alami dari kayu-kayu. Sehingga tambak-tambak tadi bisa dipakai untuk wisata juga," katanya.

Selain itu, alat berat yang tak terpakai karena telah rusak, juga dimanfaatkan untuk aksesoris di sana. Dengan modal ide kreativitas, alat yang telah rusak ini pun dicat dan disulap menjadi aksesoris yang menarik.

"Jadi semuanya dari barang bekas. Sampai alat berat itu yang sudah rusak dan tidak bisa dipakai dijadikantronton kecil ditaruh di sana, jadi bisa untuk spot foto. Itu semua yang mengerjakan anak-anak Satgas PU sendiri," katanya.

Sedangkan untuk meja dan kursi, terbuat dari bekas pipa pompa air yang tak terpakai. Pipa bekas itu pun diambil dari rumah pompa yang telah diganti kapasitasnya kemudian dipermak dan dicat menjadi meja.

"Pompa atas ada plendesnya, itu juga dibuat bentuknya macam-macam. Ada yang dipakai meja, tempat duduk," katanya.

Wahana baru itu juga dilengkapi dengan tempat bermain untuk anak-anak. Pembuatannya pun sama dengan memanfaatkan barang-barang bekas tak terpakai.

"Ada ayunan itu juga dari barang bekas. Tiang-tiang bekas PJU dari Dishub (Dinas Perhubungan) itu diminta, terus dibuat jadi ayunan," katanya.

Meski demikian, Erna menyatakan, pemanfaatan barang bekas menjadi benda-benda yang bermanfaat itu pun tak berhenti sampai di sini. Rencananya, beberapa bozem yang ada di Surabaya juga bakal dibuat serupa.

"Ada rencana, tapi saat ini barang-barang bekasnya masih dikumpulkan dulu," ujarnya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement