Kamis 23 Jul 2020 16:28 WIB

PMI Beri Penghargaan 10 Desa di Sleman

Penghargaan untuk memberi penguatan desa-desa terutama dalam respons kedaruratan.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
Logo Palang Merah Indonesia (PMI)
Foto: wikipedia
Logo Palang Merah Indonesia (PMI)

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Palang Merah Indonesia (PMI) menyerahkan penghargaan kepada 10 desa program Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Tim Sibat) di Kabupaten Sleman, DIY. Penghargaan itu diserahkan PMI DIY dan PMI Sleman, secara simbolis diterima Pemkab Sleman.

Girikerto di Turi, Pakembinangun di Pakem, Tridadi di Sleman, Wedomartani di Ngemplak, Sardonoharjo di Ngaglik, Condongcatur di Depok, Sumberrahayu di Moyudan, Tirtoadi di Mlati, Sidoagung di Godean dan Margodadi di Seyegan.

Sekretaris PMI DIY, Arif Noor Hartanto mengatakan, penghargaan untuk memberi penguatan desa-desa di Kabupaten Sleman yang memiliki kemauan dan kemandirian bagus. Terutama, dalam respons kedaruratan maupun kebutuhan kemanusiaan lain.

"Adapun penghargaan yang diberikan yaitu uang sebesar Rp 10 juta dan APD-APD untuk penanganan Covid-19. Program ini bisa bersinergi dengan program pemda melalui BPBD," kata Arif di GOR Pangukan, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman.

Arif menyambut baik kegiatan donor darah yang dilakukan PMI Kabupaten Sleman bersama PMI seluruh kecamatan di Sleman. Kegiatan ini dirasa menjadi momentum yang sangat baik, karena tidak cuma mengajak dan mengkampanyekan donor darah.

"Namun, seluruh pengurus dan relawan beserta keluarga lakukan langsung donor darah, mudah-mudahan kegiatan ini jadi inspirasi seluruh elemen masyarakat untuk jadi pendonor, membantu melalui kerja kemanusian," ujar Arif.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun berharap, kegiatan donor darah yang dilakukan PMI Sleman bisa berjalan secara rutin. Ia mengajak masyarakat berkala donor darah karena dapat menyehatkan tubuh.

Sri turut mengapresiasi langkah PMI Sleman yang melakukan MoU dengan karang taruna, dan sudah diawali Karang Taruna Giri Taruna Bakti, Girikerto, Turi. Itu menjadi salah satu solusi mengatasi kekurangan stok darah.

Ia berharap, karang taruna lain di Sleman dapat melakukan hal-hal serupa dengan bekerja sama untuk memenuhi stok darah. Sebab, ada setidaknya 86 karang taruna yang bisa menjalin kerja sama serupa dengan PMI Sleman.

"Jika ini terlaksana, maka dapat membantu pemenuhan ketersediaan stok darah di Kabupaten Sleman," kata

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement