Sabtu 18 Jul 2020 00:50 WIB

Siswa Titipan tak Masuk, Lurah di Pamulang Rusak Sekolah

Lurah Benda Baru Pamulang menendang toples dan merusak barang-barang.

Rep: Abdurrahman Rabbani/ Red: Indira Rezkisari
Lurah Benda Baru berinisial SA mengamuk dan merusak fasilitas sekolah SMAN 3 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang berada di Kelurahan Benda Baru, Pamulang, Jumat (17/7)
Foto: istimewa
Lurah Benda Baru berinisial SA mengamuk dan merusak fasilitas sekolah SMAN 3 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang berada di Kelurahan Benda Baru, Pamulang, Jumat (17/7)

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN — Lurah Benda Baru berinisial SA mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas sekolah SMAN 3 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang berada di Kelurahan Benda Baru, Pamulang, Tangsel. Pemicunya adalah pihak sekolah yang mengatakan belum bisa menerima beberapa siswa titipannya.

Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (16/7) sore saat lurah SA mendatangi ruang kepala sekolah SMAN 3 dan menanyakan kepastian siswa titipannya. Begitu kepala sekolah menjelaskan siswa titipan belum bisa masuk sekolah, SA emosi seketika.

Baca Juga

“Pemicunya karena terlapor ini mendengar keterangan tersebut dari pihak sekolah," kata Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto saat dikonfirmasi, Jumat (17/7).

Mendengar pernyataan kepala sekolah, SA  mengamuk dan merusak beberapa fasilitas yang ada di ruangan. Informasi yang diketahui, total ada lima calon siswa yang direkomendasikan lurah SA untuk masuk sekolah melalui jalur tidak resmi.

 

"Iya benar. Jadi ada beberapa barang di ruang kepala sekolah yang dirusak, menendang toples yang ada di meja tamu lalu menendang toples-toples makanan ringan yang ada di meja, kemudian lurah pergi,” jelasnya.

Meski pihak sekolah telah menjelaskan penolakan secara baik-baik kepada lurah, namun sikap lurah tak menunjukkan tanda ingin berdamai. Informasi yang diperoleh, Lurah SA menitipkan kembali dua anak untuk masuk SMAN 3, sebelumnya SA juga telah menitipkan tiga anak pada sekolah yang sama.

Fasilitas dan sejumlah barang perkakas dari kaca pecah berserakan di lantai ruangan kepala sekolah. Tak hanya itu, SA juga melontarkan kata-kata ancaman kepada kepala sekolah. Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut kapada pihak berwajib.

“Sudah dilaporkan, kami sudah terima laporan dan masih kita selidiki," jelas Supiyanto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement