Senin 06 Jul 2020 15:03 WIB

Polda Jateng Gulirkan Program Padat Karya Budidaya Perikanan

Program ini sangat ditunggu mereka yang menjadi korban PHK terdampak Covid-19

Rep: bowo pribadi/ Red: Hiru Muhammad
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Ketua DPD SPN Jawa Tengah, Sutarjo menebar benih ikan lele pada kolam bididaya bantuan Polda Jawa Tengah, di lingkungan Langensari Wetan, Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (6/7). Dorong kemandirian ekonomi masyarakat terdampak Covid-19, Polda Jawa Tengah gulirkan program budidaya ikan konsumsi bagi para buruh terkena PHK di tiga daerah.
Foto: Bowo Pribadi
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Ketua DPD SPN Jawa Tengah, Sutarjo menebar benih ikan lele pada kolam bididaya bantuan Polda Jawa Tengah, di lingkungan Langensari Wetan, Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (6/7). Dorong kemandirian ekonomi masyarakat terdampak Covid-19, Polda Jawa Tengah gulirkan program budidaya ikan konsumsi bagi para buruh terkena PHK di tiga daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN--Polda Jawa Tengah rintis program padat karya budidaya perikanan konsumsi dan aquaponik bagi para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) terdampak Covid-19.

Sebagai proyek percontohan, program padat karya peduli buruh ini diluncurkan serentak di lima lokasi yang berbeda, masing- masing di wilaya Kabupaten Semarang, Kabupaten Jepara serta Kota Semarang.

Salah satunya dilakukan oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi di lingkungan Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dengan menggandeng Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Semarang serta Polres Semarang.

Ke depan, program padat karya peduli buruh ini juga akan dikembangkan  Polda Jawa Tengah, bersama dengan jajaran polres serta pemerintah daerah di seluruh wilayah Jawa Tengah.

“Nanti di seluruh kabupaten/kota akan mengembangkan program padat karya yang sama, sesuai dengan potensi yang dimiliki daerahnya masing- masing,” kata Kapolda Jawa Tengah, saat meluncurkan ‘Program Padat Karya Peduli Buruh- Budidaya Lele untuk Buruh PHK Terdampak Covid-19’, di lingkungan RT 03/ RW 03 Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Senin (6/7).

Setelah program padat karya peduli buruh yang diluncurkan ini, Kapolda menginstruksikan kepada para Kapolres untuk menggandeng bupati/ wali kota untuk bersama- sama dalam rangka ikut memecahkan masalah secara ilmiah akibat dampak pandemi Corona.

Menurut Kapolda, akibat dihantam pandemi Covid-19, banyak perusahaan di Jawa Tengah yang memilih opsi PHK massal terhadap karyawannya. Hal ini membuat puluhan ribu orang kehilangan pekerjaan serta mata pencaharian mereka.

Berangkat dari persoalan ini, Polda Jawa Tengah memiliki inisiatif untuk membuat Program Padat Karya Budidaya Ikan Konsumsi dan Aquaponik yang diperuntukkan bagi para buruh yang ter-PHK.

Untuk tahap awal, program padat karya peduli buruh ini diluncurkan di empat titik lokasi. Masing- masing di Kelurahan Langensari, Kabupaten Semarang; Dusun Gedangan RT 01/ RW 01 Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara serta Perum Pesona Asri RT 03/ RW 04 Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati dan lingkungan RT 03/ RW 05 Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan di Kota Semarang.

Khusus program padat karya di lingkungan Langensari, program ini diwujudkan melalui bantuan stimulan berupa 12 Kolam budidaya berikut fasilitas pendukungnya, 11 ribu ekor benih ikan lele serta ikan nila.

“Sedangkan total bantuan yang disalurkan untuk program padat karya di empat titik lokasi terdiri atas 29 kolam budidaya, serta 67 ribu benih ikan lele dan ikan nila dukungan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah,” jelas Luthfi dalam peluncuran program yang dihadiri sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Jawa Tengah; Kapolres Semarang, AKBP Gatot Hendro Hartono; Bupati Semarang, Mundjirin, Kepala DKP Provinsi Jawa Tengah, Endiawan Tiskiantoro dan Ketua DPD SPN Jawa Tengah, Sutarjo tersebut.

Sementara itu, Ketua DPD SPN Jawa Tengah, Sutarjo menyampaikan, akibat dampak pandemi Corona, di Jawa Tengah ada 1.900 buruh anggota SPN yang terkena opsi PHK. Sementara 20 ribu buruh lainnya harus dirumahkan.

Saat ini ada ribuan buruh –baik yang ter-PHK maupun dirumahkan yang masih menganggur dalam beberapa bulan terakhir. “Guna menyambung hidup, mereka ada yang membuka usaha kecil- kecilan seperti berjualan dan bekerja serabutan yang penting tetap bisa mendapatkan penghasilan,” jelasnya.

Terkait program ini, ia juga menyebut sangat ditunggu- tunggu para buruh yang terdampak pandemi Covid-19. Karena program Padat Karya Peduli Buruh ini merupakan program pemberdayaan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan para buruh yang terkena PHK.

Ia juga berharap dukungan Polda Jawa Tengah ini bisa membantu memulihkan perekonomian warga terutama anggotanya yang saat ini belum memiliki mata pencaharian setelah terimbas opsi PHK.

Artinya ini menjadi bantuan yang cukup strategis, karena para buruh yang terkena dampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Semarang bakal terbantu untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi,” kata Sutarjo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement