Jumat 12 Jun 2020 15:42 WIB

Polisi Masih Tunggu Hasil Autopsi Keluarga di Tangerang

Autopsi diperlukan untuk mengetahui latarbelakang penyebab kematian tersebut.

Rep: Mabruroh/ Red: Agus Yulianto
Korban meninggal dunia (ilustrasi)
Foto: www.123rf.com
Korban meninggal dunia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Satu keluarga ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di Balaraja, Tangerang pada Kamis (11/6) kemarin. Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui latarbelakang penyebab kematian tersebut.

"Sedang dilakukan autopsi oleh dokter forensik di RSUD Balaraja. Sekarang autopsi masih berlangsung dan kami juga masih menunggu hasilnya," kata Kasatreskrim Polresta Tangerang AKP Ivan Adhitira saat dihubungi Republika, Jumat (12/6).

Ivan berharap hasil autopsi segera keluar sehingga dapat diketahui penyebab kematian satu keluarga tersebut. Karena sampai hari ini, kepolisian sendiri belum bisa menyimpulkan apakah kematian satu keluarga tersebut karena bunuh diri.

Memang lanjut Ivan, saat ditemukan R (37 tahun) dalam kondisi gantung diri di salah satu kamar. Sedangkan di kamar lain, NC (14) ditemukan meninggal dunia dengan sebuah tali di lehernya dan di kamar mandi, anak terkecilnya GAR (3) ditemukan dalam sebuah drum.

"Faktanya dia berada di dalam drum dengan posisi kepala terbalik, jadi kepalanya yang di bawah. Kita tunggu hasil autopsinya," ucapnya,

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement