Rabu 13 May 2020 03:14 WIB

Lampung Identifikasi Enam Klaster Penyebaran Covid-19

Kasus positif Covid-19 di Lampung berjumlah 66 orang.

Sejumlah bus rute dalam kota terparkir di terminal Rajabasa Bandar Lampung, Lampung, Selasa (12/5/2020). Menurut petugas terminal sejak pandemik COVID-19, arus penumpang sepi dan menjelang lebaran Idul Fitri penumpang semakin menurun
Foto: ANTARA/ARDIANSYAH
Sejumlah bus rute dalam kota terparkir di terminal Rajabasa Bandar Lampung, Lampung, Selasa (12/5/2020). Menurut petugas terminal sejak pandemik COVID-19, arus penumpang sepi dan menjelang lebaran Idul Fitri penumpang semakin menurun

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menyebutkan terdapat enam klaster penyebaran Covid-19 di daerah itu. Klaster dari Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan penyumbang terbanyak dengan 19 orang pasien positif di Lampung.

"Klaster di Lampung ada enam yakni Jakarta , Yogyakarta, Bengkulu, Bogor, Temboro dan Gowa," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana di Bandarlampung, Selasa (12/5).

Baca Juga

Kasus klaster Jakarta ada delapan orang, Bogor lima, Bengkulu empat, Temboro enam orang, Yogyakarta satu orang dan klaster Gowa terbanyak 19 orang. "Di luar enam klaster tersebut kasus positif di Lampung didapat dari orang yang memiliki riwayat perjalanan ke zona merah atau ada keluarganya yang melakukan kunjungan dari wilayah terpapar ke rumah pasien," jelasnya.

Kadiskes itu pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah untuk menghindari kemungkinan terpapar dari virus ini.

Berdasarkan data situasi Covid-19 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, tidak ada tambahan pasien positif Covid-19. Sejak Ahad (10/5) jumlah konfirmasi positif virus corona masih 66 orang.

Dengan rincian, yang masih dirawat sebanyak 39 orang, lima meninggal dunia dan 22 pasien dinyatakan sembuh. Sedangkan, untuk PDP berjumlah 91 orang, dimana 14 masih dalam perawatan, 62 pasien negatif dan 15 orang meninggal dunia.

Kemudian, ODP di Lampung mencapai angka 3.062 orang dengan 121 masih dalam pemantauan dan 2.938 sudah selesai pemantauan selama 14 hari dan tiga orang lainnya meninggal dunia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement