Ahad 19 Apr 2020 20:10 WIB

Soal PSBB, Surabaya Ikut Keputusan Pemprov Jatim

Jumlah positif pasien Covid-19 di Jatim bertambah dari 555 menjadi 588 orang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) didampingi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (19/4/2020).  Pertemuan yang dihadiri Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Surabaya, Plt Bupati Sidoarjo, Plt Sekda Gresik dan sejumlah Forkopimda tersebut membahas rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya serta sebagian wilayah di Sidoarjo dan Gresik
Foto: ANTARA/Moch Asim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) didampingi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (19/4/2020). Pertemuan yang dihadiri Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Surabaya, Plt Bupati Sidoarjo, Plt Sekda Gresik dan sejumlah Forkopimda tersebut membahas rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya serta sebagian wilayah di Sidoarjo dan Gresik

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengikuti keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terkait kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Surabaya juga akan mengikuti mekanisme pelaksanan PSBB yang akan ditetapkan Pemprov Jatim.

Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser menjelaskan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut menghadiri rapat koordinasi membahas persiapan PSBB di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Ahad (19/4). Wali Kota yang biasa disapa Risma itu juga telah menyampaikan secara detail berbagai upaya yang sudah dilakukan daerahnya dalam menangani dan mencegah wabah Covid-19.

Baca Juga

 

“Satu persatu upaya pemkot disampaikan secara detail oleh Bu Wali kepada Ibu Gubernur, termasuk bagaimana pemkot mendeteksi seseorang yang terinfeksi Covid-19 hingga bagaimana upaya pemkot dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di level bawah. Pokoknya semuanya telah disampaikan saat rapat itu,” kata Fikser dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Ahad (19/4).

Pada rapat tersebut, kata Fisker, Wali Kota Risma juga menyampaikan penanganan yang telah dilakukan dalam berbagai klaster, baik ODP, PDP dan positif Covid-19. Kemudian juga membahas tracing, penanganan dan pencegahannya. "Tak ketinggalan kemungkinan terburuknya telah disampaikan pada pertemuan tersebut," kata Fisker.

Jumlah positif pasien Covid-19 di Jatim bertambah dari 555 menjadi 588 orang per 19 April 2020. Tambahan 29 pasien positif berasal dari Surabaya sedangkan lainnya dari Kabupaten Malang, Sidoarjo, Lamongan dan Nganjuk.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa juga melaporkan dua pasien positif yang meninggal di Surabaya, Ahad (19/4). Hal ini berarti pasien meninggal di Jatim mencapai 56 orang. Sementara laporan untuk pasien sembuh sebanyak 98 orang.

Dengan adanya peningkatan jumlah pasien, Khofifah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan berlapis. Warga diminta tetap di rumah dan mengenakan masker saat beraktivitas di luar. Hal yang pasti, kata dia, cara terampuh memutus Covid-19 dengan berada di rumah.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement