Kamis 16 Apr 2020 13:59 WIB

Alasan Putri Ma'ruf Amin Gabung ke Partai Demokrat

Putri Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah ditunjuk AHY jadi wasekjen Demokrat.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani
Siti Nur Azizah (ketiga kiri).
Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Siti Nur Azizah (ketiga kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menunjuk putri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah sebagai salah satu Wakil Sekretaris Jenderal di partainya. Nur Azizah yang bergabung usai Kongres V pun membeberkan alasannya bergabung dengan partai berlambang bintang mercy itu.

Pertama, ia melihat Demokrat sebagai yang berkembang. Apalagi setelah AHY, yang notabene merupakan politikus muda berhasil menjadi ketua umum partai.

Baca Juga

"Dengan bergabung saya ke Demokrat, saya meyakini bisa memperkuat posisi partai secara lokal dan nasional," ujar Nur Azizah kepada wartawan, Kamis (16/4).

Menurutnya, terpilihnya AHY merupakan gagasan yang baik bagi partai politik di Indonesia. Sebab, generasi lama dan muda itu harus saling mendukung dalam kancah politik nasional.

"Saya meyakini muda sesungguhnya memiliki kekuatan. Dia harus diberi peran signifikan, Demokrat telah mulai mengambil langkah nyata dalam hal ini," ujar Nur Azizah.

Selain itu, Demokrat dinilai mempunyai ideologi yang menarik baginya, yaitu nasionalis-religius. Itu disebutnya sesuatu yang memudahkan untuk partai terjun ke masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan bahasa.

Demokrat dinilainya sebagai wadah yang dapat menampung berbagai aspirasi. Sehingga, dapat mewujudkan kepentingan dari masyarakat Indonesia yang majemuk tanpa kepura-puraan.

"Itulah kenapa partai ini pernah menjadi juara di Indonesia, karena dia benar-benar bisa berada di tengah dan bisa membawa semangat kebersamaan," ujar Nur Azizah.

Dari sejumlah alasan itulah, ia memilih bergabung dengan Demokrat. Ma'ruf Amin selaku ayah, juga diyakininya menghormati keputusan tersebut.

"Demokrat itu pilihan politik rasional saya, sehingga saya memutuskannya secara mandiri. Tanpa tekanan dari pihak manapun. InsyaAllah sepanjang itu diniatkan untuk kebaikan," ujar Nur Azizah.

Terkait peluangnya pada pemilihan wali kota Tangerang Selatan, ia meyakini bahwa Demokrat dapat memperkuat diri di tingkat lokal. Apalagi saat ini partai tersebut memiliki lima kursi di daerah tersebut, dan diyakininya akan bertambah di masa depan.

"InsyaAllah bila saya menang dalam pilkada kelak, saya yakin kursi partai akan terus bertambah. Partai Demokrat itu punya potensi yang besar," ujar Nur Azizah.

AHY pada Rabu (15/4) malam mengumumkan susunan pengurus Partai Demokrat (PD) periode 2020-2025 lewat akun Instagram resminya. Ia mengumumkan susunan kepengurusan sebulan setelah Kongres V Partai Demokrat pada 15 Maret lalu.

"Hari ini saya menerbitkan dua surat keputusan ketua umum, baik untuk pengurus harian sejumlah 100 orang, maupun pengurus pleno sejumlah 200 orang," ujar AHY, Rabu (15/4).

Ia menjelaskan, pengumuman ini dilaksanakan hingga batas terakhir waktu yang diberikan. Pasalnya, Demokrat terlebih dahulu fokus membantu masyarakat dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

"Saya tidak mau terburu-buru. Setiap hari saya terus mempelajari organisasi dan orang per orang, satu per satu. Saya baca CV-nya. Saya pelajari kelebihan dan kekurangannya," ujar AHY.

Bertema "Harapan Rakyat, Perjuangan Demokrat", kepengurusan periode 2020-2025 memiliki semangat baru yang ingin diusung. Salah satunya memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Adapun struktur organisasi DPP dibentuk mengacu pada prinsip profesional, efektif, dan efisien, serta modern dalam menghadapi tantangan tugas itu. "Pengurus harian berjumlah 100 orang terdiri dari eselon pimpinan, eselon pembantu pimpinan, dan eselon pelaksana," ujar AHY.

AHY juga memasukkan kader muda dalam struktur kepengurusan Demokrat. Hal ini diharapkan dapat membawa semangat baru di partai berlambang bintang Mercy itu.

"Dari 200 orang pengurus pleno, rata-rata usia pengurus adalah 42 tahun, hampir sama dengan usia saya, dengan rentang usia termuda 22 tahun dan usia tertua 60 tahun," kata AHY.

Berikut susunan inti pengurus Partai Demokrat periode 2020-2025:

1. Ketum: Agus Harimurti Yudhoyono

Wakil Ketua Umum

- Dr. Benny Kabur Harman, SH, MH

- Edhie Baskoro Yudhoyono, B.Com, MSc

- Ir. Marwan Cik Asan, MSE

- Hj. Vera Febyanthy Rumangkang

- Willem Wandik, S.Sos

- Dr. Drs. Yansen Tipa Padan, Msi

2. Sekjen: H. Teuku Riefky Harsya, B.Sc., MT

Wakil Sekjen

- Ir. Hj. Andi Timo Pangerang

- Putu Supadma Rudana, MBA

- Renanda Bachtar

- Ingrid Kansil, S.Sos

- Muhammad Rifai Darus, S.E.

- Dr. Hj. Siti Nur Azizah, SH, MH

- Jansen Sitindaon, SH., MH

- Imelda Sari, SS.

- H. Irwan, S.IP., MP

- Agust Jovan Latuconsina, M.Si (Han), MA

3. Bendum: H. Renville Antonio, SH, MH, MM

Wabendum

- Eka Putra, S.E

- Lasmi Indaryani, S.E.

- Tatyana S. Sutara, SE, M.Si

- Chairul Yaqin Hidayat

- Edwin Jannerli Tandjung

- Bramantyo Suwondo, M.M.IR.

- Indyastari Wikan, ST., MT.Ars.

- Lokot Nasution

4. Direktur Eksekutif: Sigit Raditya, MIS, MA

Kepala Departemen

5. Departemen Luar Negeri dan Keamanan Nasional : Didi Irawadi Syamsuddin, SH, LL.M (DPR RI Komisi XI)

6. Departemen Politik dan Pemerintahan: Umar Arsal, S.Sos  (DPR RI 2 Periode 2009 – 2019)

7. Departemen Hukum dan HAM: Dr. Didik Mukrianto, SH, MH (DPR RI Komisi III)

8. Departemen Pertanian, Kehutanan dan Kemaritiman: Muslim, SHi, MM (DPR RI Komisi IV)

9. Departemen Infrstruktur dan Perhubungan: Dr. Michael Wattimena, SE, MM (DPR RI 2 Periode 2009-2019)

10. Departemen Perindustrian, Perdagangan dan Investasi: Linda Megawati, SE, MSi. (DPR RI Komisi XI)

11. Departemen Energi, Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi: Rusda Mahmud (DPR RI Komisi VII)

12. Departemen Agama dan Sosial: Dr. H. RA.Munawar Fuad, Noeh, Mag. (Pengurus MUI Pusat 2015-2020)

13. Departemen Kesehatan dan Ketenagakerjaan: Hj. Aliyah Mustika Ilham, SE (DPR RI Komisi IX)

14. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pariwisata dan Pemuda: Dede Yusuf ME, ST, MSi.Pol (DPR RI Komisi X)

15. Departemen Perekonomian Nasional: Sartono Hutomo SE, MM (DPR RI Komisi VII)

Kepala Badan

16. Badan Pemenangan Pemilu: Andi Arief (Staf Khusus Presiden 2009-2014)

17. Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan: Dr. Ir. H. Herman Khaeron, MSi (DPR RI Komisi VI)

18. Badan Penelitian dan Pengembangan: Herzaky Mahendra Putra, SSos, MM

19. Badan Komunikasi Strategis: Ossy Dermawan, BS, MSc

20. Badan Doktrin, Pendidikan dan Latihan: Yudha Pratomo Mahyudin, MSc, PhD

21. Badan Pembinaan Jaringan Konstituen: Zulfikar Hamonangan, SH (DPR RI Komisi VII)

22. Badan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat: H. Ali Mohamad Johan, SE (DPRD Prov. DKI Jakarta)

23. Badan Hukum dan Pengamanan Partai: MM Ardy Mbalembout, SH. MH, CLA.

photo
para pembelot demokrat - (Infografis Republika.co.id)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement