Selasa 07 Apr 2020 05:15 WIB

Tak Lagi Andalkan Balitbang Kemenkes, Pasien Corona Sembuh

Kehadiran Lab Biomedis FK Unand mempercepat penanganan pasien positif Covid-19

Rep: Febrian Fachri/ Red: Esthi Maharani
Suasana salah satu sudut Kampus Universitas Andalas, Padang.
Foto: Febrian Fachri/Republika
Suasana salah satu sudut Kampus Universitas Andalas, Padang.

REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI - Direktur Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi, Khairul Said mengatakan pihaknya berterima kasih kepada Laboratorium Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Andalas setelah ada satu orang pasien positif corona yang dirawat di RSAM berhasil sembuh. Menurut Khairul kehadiran Lab Biomedis FK Unand memudahkan RSAM dalam mempercepat penanganan pasien positif covid-19.

"Dalam proses perawatan pasien covid-19 ini kami sangat berterima kasih kepada Lab Biomedis FK Unand. Karena kehadiran Lab Biomedis FK semua pemeriksaan lebih cepat dilaksanakan," kata Khairul kepada Republika, Senin (6/4).

Sebelum Lab Biomedis FK Unand mendapat izin buat melakukan penelitian spesimen pasien suspect corona di Sumatera Barat, RSAM harus mengirimkan spesimen pasien ke Balitbang Kemenkes RI. Di mana proses pengiriman dan menunggu hasil dari Balitbang Kemenkes memakan waktu cukup lama karena banyaknya antrian pengecekan dari seluruh Indonesia.

Begitu Lab Biomedis FK Unand mendapat izin melakukan uji spesimen pasien suspect corona, pihak rumah sakit bisa lebih cepat melakukan penanganan. Termasuk untuk memastikan tindakan terhadap pasien.

"Sejak ada Lab Biomedis FK Unand, bisa lebih cepat ditentukan apa dia termasuk covid-19 atau kasus biasa," ujar Khairul.

RSUD Achmad Muchtar termasuk salah satu dari rumah sakit di Sumatera Barat yang ditunjuk sebagai Rumah Sakit rujukan penanganan covid-19. Selain RSAM, RS rujukan covid-19 di Sumbar adalah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.

Sekarang setelah ada satu pasien positif corona yang berhasil sembuh, RSAM masih menangani 7 pasien positif corona lainnya. Selain itu, RSAM juga merawat sebanyak 7 orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement