Kamis 26 Mar 2020 13:43 WIB

Negatif Covid-19, Balita PDP di Makassar Meninggal Dunia

Balita PDP meninggal dunia, sementara ibunya yang positif Covid-19 masih diisolasi.

Petugas medis berada di area ruang isolasi pasien Covid-19, ilustrasi. Balita PDP di Makassar meninggal dunia, sementara ibunya yang positif Covid-19 masih diisolasi.
Foto: Republika/Abdan Syakura
Petugas medis berada di area ruang isolasi pasien Covid-19, ilustrasi. Balita PDP di Makassar meninggal dunia, sementara ibunya yang positif Covid-19 masih diisolasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Salah seorang balita berusia tiga tahun asal Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan dikabarkan meninggal dunia di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Balita tersebut termasuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Coronavirus Disease (Covid-19).

"Ada satu orang PDP meninggal dan satu bertambah positif," ungkap Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali saat dikonfirmasi wartawan, Kamis.

Baca Juga

Menyusul adanya warga bulukumba terkonfirmasi positif, menurut dia, objek wisata Pantai Bira langsung ditutup. Di samping itu, pihaknya juga melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien tersebut.

"Tempat wisata Bira segera ditutup sementara bagi wisatawan," paparnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Bulukumba, HM Daud Kahal, melalui siaran persnya diterima menyampaikan, satu pasien balita yang diisolasi di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar meninggal. Namun demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba Dr Wahyuni, yang bersangkutan negatif corona.

Menurut Daud, balita tersebut sebelumnya didiagnosis menderita busung lapar atau gizi buruk. Jenazahnya sudah dikebumikan di kampung halamannya di Desa Bontomasila, Bulukumba, pada Kamis pagi.

Balita tersebut diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia, mengikuti orang tuanya bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia atau TKI.

"Setelah Kembali dari Malaysia, almarhum diidentifikasi Petugas Dinas Kesehatann Bulukumba mengalami gizi buruk dan penyakit klinis yang dicurigai sebagai ciri-ciri penyakit Covid-19, akhirnya dirujuk ke Makassar," ujarnya.

Selama delapan hari menjalani perawatan isolasi, menurut Daud, pasien cilik itu tak mampu bertahan. Sementara itu, ibunya yang berumur 28 tahun terindetifikasi positif Covid-19 dan sementara ini di rawat di ruang isolasi infeksi center RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Berdasarkan data dari situs Covid-19.sulselprov.go.id, Kamis, pukul 13.23 WITA yang terpantau, jumlah ODP sebanyak 178 orang dengan rincian 142 dalam proses pemantauan dan 32 selesai dipantau. Selanjutnya, status PDP sebanyak 94 orang dengan rincian 86 orang masih dirawat dan delapan orang dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang. Untuk pasien positif Covid-19 berjumlah 13 orang atau bertambah dari sebelumnya empat orang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement