Rabu 18 Mar 2020 15:45 WIB

Jam Kerja ASN Jatim Dikurangi, Dibagi Dua Shift

ASN di lingkungan Pemprov Jatim pro aktif dalam mengantisipasi penyebaran Covid 19

Rep: dadang kurnia/ Red: Hiru Muhammad
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) meninjau ruang isolasi di terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/1/2020).(Antara/Umarul Faruq)
Foto: Antara/Umarul Faruq
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) meninjau ruang isolasi di terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/1/2020).(Antara/Umarul Faruq)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Provinsi Jawa Timur memutuskan untuk mengurangi jam kerja aparatur sipil negara (ASN) menjadi hanya tiga jam, terkait merebaknya virus Corona (Covid-19). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, mulai Kamis (19/3) jam kerja ASN di lingkup Pemprov Jatim akan dibagi ke dalam dua shift.

"Ada pembagian jam kerja ASN di lingkup Pemprov Jatim. Shift pertama jam 08.00 WIB sampai jam 11.30 WIB. Kemudian shift kedua adalah jam 12.00 WIB sampai jam 15.00 WIB," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (18/3).

Namun demikian, khusus eselon II dan eselon III, jam kerja tetap seperti biasanya. Hanya, dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diberlakukan, yakni harus menyiapkan tempat cuci tangan dalam posisi air yang mengalir, serta disiapkan sabun atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

"Eselon II dan eselon III memang kami harapkan tetap masuk karena mereka akan menjadi bagian dari motor berbagai upaya percepatan penanganan Covod-19," ujar Khofifah.

Khofifah menuntut ASN di lingkungan Pemprov Jatim untuk pro aktif dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona. Salah satu upaya yang menurutnya bisa dilakukan adalah dengan mau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, ketika merasa ada gejala-gejala yang mengarah ke serangan virus Corona. "Kalau memang sudah ada ada indikasi demam, batuk, flu, maka diharapkan langsung memeriksakan ke layanan Faskes terdekat," kata Khofifah.

Pihaknya telah melakukan penelusuran terkait orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif Corona di Jatim. Penelusuran tersebut dilakukan  30 tim reaksi cepat dari Dinas Kesehatan Jatim, dan 1.600 tim reaksi cepat dari Dinas Sosial Jatim.

"Kami minta dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair akan membantu tracing. Supaya mereka yang masuk dalam orang dengan risiko, karena sudah sempat kontak langsung dengan mereka yang sudah positif Covid-19, maka segera akan kita lakukan isolasi," ujar Khofiah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement